Home / Populer / Donor Darah: “Mereka Selamat Kita Sehat”

Donor Darah: “Mereka Selamat Kita Sehat”

Bagikan Halaman ini

Share Button
gub2Sejumlah PNS Pemerintah Provinsi NTT sedang mendonorkan darah, di kantor Gubernur NTT pertama, Jln. Basuki Rachmat, Kota Kupang, Jumat (9/10/2015) pagi. (Mexi)

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat sebuak aksi kemanusiaan yang boleh tergolong sebagai manis sekali di medio Oktober 2015 yang terik dan gersang di Kota Flamboyan, Kota Kupang, Ibukota Provinsi NTT.

Kegiatan kemanusiaan berupa donor darah itu dimediasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang berlangsung di kantor Gubernur NTT pertama, Jln. Basuki Rachmat, Kota Kupang, Jumat (9/10/2015) pagi.

Puluhan pegawai negeri sipil (PNS) baik itu laki-laki maupun perempuan, berpartisipasi dalam aksi donor darah yang mengambil semboyan “Mereka Selamat Kita Sehat”.

Puluhan awak media baik cetak, tv, maupun elektronik meliput aksi kemanusiaan yang boleh tergolong cukup langka di kantor terbesar di NTT itu.

YL, seorang staf di Biro Umum Setda NTT mendesah, “Kalo donor darah begini dilakukan dua atau tiga bulan sekali, pasti Palang Merah Indonesia (PMI) senang.”

Lain lagi dengan pendapat seorang staf. Kata dia dalam Bahasa Kupang yang kental, “Beta ju mau donor Beta pung dara, ma tadi malam ada kerja PR dua kali memang, makanya ada loyo mati pung. Kalo donor dara bisa sa langsung semaput memang na” (Dirinya ingin juga mendonorkan darah, tapi semalam ada melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai suami sehingga badannya kurang sehat atau siap untuk mendonorkan darah. Jika dipaksa mendonorkan darah bisa sontak pingsan).

Apapun perbincangan atau alasan yang ditorehkan, tapi yang pasti, aksi pendonoran darah adalah panggilan kemanusiaan tingkat tinggi dengan maksud untuk menolong pasien yang membutuhkan darah di sejumlah rumah sakit di Kota Kupang. Sebab, pernah terjadi beberapa kali, sejumlah warga berunjuk rasa ke DPRD Provinsi NTT oleh karena Bank Darah di RSU Prof.DR.W.Z.Johannes Kupang kehabisan stock.

Andaikan aksi semacam ini dilakukan tiga bulan sekali di semua kabupaten/kota di NTT, maka telah memberikan sumbangsih yang sangat berarti kepada para pasien yang membutuhkan pertolongan demi kesinambungan napas kehidupannya. **

Baca Juga :  Tim Merah Putih Prabowo-Hatta, tak ingin kampanye hitam

 

Penulis : Vincentcius Jeskial Boekan (Novelis)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button