Home / Populer / Duh!! Kantor Pengadilan Baru Dibangun 6 Bulan Sudah Rusak

Duh!! Kantor Pengadilan Baru Dibangun 6 Bulan Sudah Rusak

Bagikan Halaman ini

Share Button
kantor-pengadilanKantor Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang. (Semar)

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Pembangunan Kantor Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang, di Jln. Palapa, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru selesai dikerjakan akhir bulan Maret lalu langsung mendapat sorotan. Pasalnya, belum genap setahun, bangunan kantor Pengadilan tersebut sudah mengalami kerusakan parah akibat tidak tahan diterpa panas sehingga kramik tembok sudah retak dan roboh.

Berdasarkan data yang di himpun moral-politik.com, Selasa (6/10/2015), banyak kramik di tembok yang roboh, akhirnya pengunjung di pengadilan tersebut harus berhati-hati melewati tembok tersebut.

Dalam pengerjaan tersebut diduga kuat pembangunannya tidak sesuai bestek alias asal-asalan, sehingga sudah rusak parah. Padahal bangunan kantor Pengadilan itu baru selesai dikerjakan pada awal tahun 2015 ini, jadi baru sekitar tuju bulan yang lalu.

“Ironis sekali baru diterpa angin dan panas sudah terbongkar dan atapnya terjatuh,” kata personil Komisi C DPRD Bitung, Superman Boy Gumolung, Selasa (6/10/2015),” kata Marlyn (33) warga Jln. Palapa, Kota Kupang.

Marlyn sendiri membandingan dengan sejumlah bangunan yang begitu besar di dekat kantor Pengadilan tersebut yang walaupun diterpa angin dan panas tapi tidak mengalami kerusakan. “Banyak bangunan di sekitarnya yang dapat dijadikan perbandingan seperti bangunan yang sudah lebih dulu selesai dibangun ternyata tetap utuh tidak rusak diterpa angin dan panas,” ujar Marlyn.

Ia mensinyalir pengerjaan bangunan kantor Pengadilan tersebut hanya asal-asalan dan tidak sesuai dengan bestek, sehingga meminta agar aparat Kepolisian dan Kejaksaan agar turun melakukan pengusutan. “Kami meminta agar pihak kepolisian maupun kejaksaan agar dapat melakukan pengusutan terkait pengerjaan bangunan Kantor Pengadilan itu, dengan cara memanggil perusahaan atau kontraktor yang mengerjakan pembangunan kantor Pengadilan itu,” katanya.

Baca Juga :  Sertifikat ganda, picu saling klaim kepemilikan tanah

Kepala Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang, Abdul Siboro melalui Kepala Hubungan Masyarakat (Humas), Jemi Tanjung Utama mengatakan, terkait pembangunan ini memang ada kekuarang karena dalam pengerjaan bangunan ini ada empat kontraktor sehingga langsung rusak.
Sedangkan dalam proses pembangunan pada saat itu ada kontraktor yang kerja kurang beres sehingga kami hentikan kontrak bersama mereka, kemudian kami cari kontraktor lain lagi untuk melanjutkan pembangunan ini.

Ketika disinggung berapa anggaran untuk membangun sebuah gedung seperti ini, ia menyatakan terkait anggaran pembangunan kantor Pengadilan ini yang dirinya tahu Rp2, 5 milyar. “Kalau mau tahu soal anggaran lebih detail nanti saya coba cek di pengawas pengerjaan pembangunan ini,” pungkasnya.

Penulis : Semar Dju
Editor   : Erny

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button