Home / Populer / Eksekusi Asrama TTU, Ini Reaksi Netizen di Timor Leste

Eksekusi Asrama TTU, Ini Reaksi Netizen di Timor Leste

Bagikan Halaman ini

Share Button
ttuAparat Kepolisian Polda NTT mengawal jalannya eksekusi bekas Asrama TTU, di Jalan Nangka, Kota Kupang, Jumat (16/10/2015). (Foto: Ist)

 

MORAL-POLITIK.COM – Pelaksanaan eksekusi asrama Timor Tengah Utara (TTU) di Jalan Nangka Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menyulut respons dari netizen di negara Timor Leste.

Repot Telusuri menulis di Grup Facebook Timor Post, “knp dirobohkn ? kolets”

Erny Frida Ndolu merespons, Eksekusi oleh pihak yang menang perkara di Pengadilan Negeri Klas IA Kupang, Boss!

Dan Cherly Viegaso mendesah, “ohhhhhhhhh“.

Tidak hanya komentar, artikel-artikel yang di share ke Grup Timor Post dan Timornews.com mendapat jempol yang cukup banyak.

Untuk diingat kembali, moral-politik.com mewartakan, akhirnya Pengadilan Negeri Klas IA Kupang mengeksekusi tanah hak pakai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Utara (TTU) di Jalan Nangka, yang dikenal dengan Asrama TTU, setelah putusan Pengadilan Negeri Kupang Nomor 113/PDT.G/2011/PN.KPG yang telah berkekuatan hukum tetap.

Pengacara Marsel Radja yang setia mendampingi proses eksekusi ini selaku kuasa para pemohon eksekusi yang dihubungi moral-politik.com, di Jalan Nangka, Jumat (16/10/2015) pagi menuturkan, proses sengketa tanah antara Keluarga Le’u dengan Pemkab TTU berlangsung sejak tahun 2011. Sehingga sampai dengan hari ini telah memakan waktu empat tahun lebih.

Setelah putusan incrah (punya kekuatan hukum tetap), dirinya mengajukan surat permohonan eksekusi kepada Ketua PN Kupang agar obyek sengketa dikosongkan kemudian diserahkan kepada para pemohon eksekusi sesuai pertimbangan hukum dari PN.Kupang.

“Pengadilan mempertimbangkan bahwa surat penyerahan hak pakai tanggal 27 Juni 1967 kepada Pemkab TTU itu adalah sah, sedangkan hak pakai Pemkab TTU telah berakhir demi hukum karena tanah ini tak lagi digunakan oleh Pemkab TTU atau diterlantarkan, sesuai dengan UU. No. 5 Tahun 1960 tentang UU. Pokok Agraria. Oleh karena itu hak milik atas tanah dikembalikan kepada para ahli waris dari Yakobus Le’u,” kata Marsel.

Baca Juga :  Inilah Kenaikkan Tarif Tol Jakarta-Cikampek

Marsel yang adalah alumnus Fakultas Hukum Undana Kupang angkatan Tahun 1980 ini, menjelaskan bahwa tidak mengalami kesulitan ketika bertindak sebagai pengacara dalam kasus sengketa tanah tersebut, sebab semua bukti hukum tertulis maupun saksi-saksi yang mengetahui proses penyerahan hak pakai itu turut memberikan keterangan dalam persidangan.

“Kemenangan Keluarga Le’u dalam perkara sengketa tanah tersebut membuktikan bahwa hukum tetap berdiri tegak,” pungkas pengacara senior NTT yang telah melalang buana sejak tahun 1989 ini. **

Penulis : Vincent

 

 

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button