Home / Populer / Gaya Ahok Menghukum PNS di DKI Jakarta

Gaya Ahok Menghukum PNS di DKI Jakarta

Bagikan Halaman ini

Share Button
ahokGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Jumat (10/4/2015).

MORAL-POLITIK.COM – Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama mengklaim telah menghilangkan tunjangan kinerja daerah (TKD) beberapa pegawai negeri sipil (PNS) DKI selama 36 bulan. Sistem pemberian TKD yang diterapkan Basuki berbeda dari pemerintahan sebelumnya.

“Kalau dulu kan, (oknum PNS bandel) tetap dapat dia nih (TKD), dipecat pun dapat. Nah sekarang kalau (oknum PNS) yang sudah main, kami stop (pemberian TKD) dan sudah banyak yang saya sanksi tidak boleh menerima TKD selama 36 bulan,” kata Basuki, di Balai Kota, Selasa (6/10/2015).

Menurut Basuki, sanksi tersebut diberikan kepada PNS yang melakukan pelanggaran, termasuk melakukan pungutan liar, menerima uang tidak resmi, hingga pemalsuan data. Hal itu, kata Basuki, terjadi di wilayah-wilayah. Ketika seorang PNS tidak menerima tunjangan selama 36 bulan, Basuki meyakini pegawai tersebut sudah tidak bersemangat kerja. Basuki mengaku tidak khawatir jika nantinya banyak PNS yang mengajukan pengunduran diri.

“Begitu kamu melakukan pelanggaran, kamu enggak dapat tunjangan 36 bulan, cuma dapat gaji pokok saja. Apa kamu semangat lagi buat kerja? Enggak semangat kan. Terus aku taruh kamu saja jadi staf, buang saja, sudah anggap pensiun saja,” kata Basuki.

Lebih lanjut, Basuki menengarai keterlambatan pembayaran TKD berbasis kinerja disebabkan karena masih banyak penyimpangan pengisian e-TKD. Basuki mengimbau beberapa PNS yang merasa malas untuk pindah ke bagian pelayanan. Sebab, kegiatan duduk, berdiri, serta menjaga pintu dihitung sebagai kinerja.

“Nanti ketahuan nih kalau banyak (pegawai) yang nganggur terus, berarti kelebihan (PNS). Kan kami targetnya mau mengurangi PNS DKI dan saya akan mulai coba kurangi terus,” kata Basuki. **

Baca Juga :  Pustu Naimata langganan banjir di musim hujan begini

 

Penulis  : Kurnia Sari Aziza
Editor    : Hindra Liauw/Erny
Sumber : Kompas.com

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button