Home / Populer / Herman Tinggalkan Jonas, Ini Penyebabnya!

Herman Tinggalkan Jonas, Ini Penyebabnya!

Bagikan Halaman ini

Share Button
sapu-tanganIlustrasi sapu tangan.

 

MORAL-POLITIK.COM – Agar bisa masuk bursa pencalonan Kepala Daerah Kota Kupang dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kota Kupang tahun 2017 mendatang, Wali Kota Kupang Jonas Salean mengaku tidak akan berpasangan lagi dengan wakilnya sekarang, Hermanus Man. Berpisahnya paket Salam disebabkan Hermanus Man memilih tidak akan maju lagi kalau Paket Salam menggunankan Partai Politik sebagai kendaraan politik menuju Pilkada Kota Kupang.

“Saya sudah berbicara langsung dengan dr. Herman, beliau mengaku tidak akan maju lagi dalam Pilkada Kota Kupang jika menggunakan Partai Politik sebagai kendaraan politik,” kata Jonas Salean kepada moral-politik.com di Kota Kupang, Jumat (23/10/2015).

Selain pernyataan dari Hermanus Man, Jonas juga mengaku berat maju sebagai Calon Wali Kota dengan menggunakan jalur independen. Untuk menggunakan jalur independen, kata Jonas, butuh biaya yang sangat besar.

“Sesuai aturan KPU, Kabupaten/Kota dengan penduduk lebih dari 250 ribu-500 ribu diperlukan dukungan paling sedikit 8,5 persen. Berarti kita harus menyiapkan paling sedikit 50 ribu KTP. Belum lagi kita harus menyiapkan materai 6000 ribu sebanyak 3 lembar untuk satu dukungan KTP sebagai legalitas dukungan. Berati untuk setiap dukungan kita harus menyiapkan anggaran paling sedikit Rp 20 ribu, kalau dikali 50 ribu berarti sudah miliaran rupiah. Belum lagi ditambah verifikasi faktual, butuh biaya berapa banyak?” katanya.

Ia mengaku, dalam pencalonan pertama Paket Salam, dalam pilkada tahun 2012 lalu, mereka dibiayai oleh 18 ribu orangtua di Kota Kupang sehingga tidak ada masalah biaya. Namun untuk pencalonan kembali, dirinya lebih memilih menggunakan parpol sebagai kendaraan politik, karena murah dalam pembiayaan.

“Kami sudah pasti berpisah karena kakak Herman tidak mau sebagai calon Wakil Wali Kota jika menggunakan partai politik,” pungkasnya. **

Baca Juga :  Haji Lulung bicara soal Siapa yang sebenarnya ingin "Deadlock"
Penulis: Nyongki
Editor  : Erny

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button