Home / Populer / IFAD Roma, Italy Perduli Masyarakat Kota Kupang

IFAD Roma, Italy Perduli Masyarakat Kota Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button
67_sliderIlustrasi. (Foto: ifad.org)

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Lembaga internasional asal Roma, Italy, International Fund For Agricultural Development (IFAD) kembali mengucurkan dana bantuan bagi masyarakat pesisir dan nelayan Kota Kupang di tahun 2016 mendatang. Dana yang sudah pasti disiapkan setelah penetapan Pagu lewat kementerian Perikanan Kelautan dan IFAD sebesar Rp. 7,2 Miliar.

“Dengan gelontoran dana sebesar Rp. 7,2 miliar pada tahun 2016 mendatang, sudah empat tahun berturut-turut menggelontorkan bantuan bagi masyarakat Kota Kupang. Di tahun 2013 IFAD mengucurkan bantuan sebesar Rp. 2,8 miliar. Tahun 2014 sebesar Rp. 6 miliar, kemudian tahun 2015, bantuan dikucurkan sebesar Rp. 7 miliar, dan pada tahun 2016 mendatang bantuan bakal dikucurkan sebesar Rp. 7,2 miliar,” kata Wali Kota Kupang, Jonas Salean, melalui Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Kupang, Thom Jansen Gah kepada moral-politik.com, di ruang kerjanya, Jumat (30/10/2015).

Dari bantuan yang diberikan IFAD, kata dia, sudah banyak dimanfaatkan oleh warga Kota Kupang, baik itu bantuan perahu, alat penangkapan ikan, alat pengolahan ikan, dan tempat penjualan hasil laut bagi para nelayan di sembilan kelurahan pesisir di Kota Kupang. Untuk bantuan tahun 2016, kata Gah, realisasi penyerapan anggaran sudah mencapai 70 persen.

Dana itu digunankan untuk pembangunan Pabrik Es di Kelurahan Kelapa Lima, Rumah Produksi di Kelurahan Nunbaun Delha, dan pembangunan pasar ikan di Kelurahan Nunhila yang sampai saat ini masih menjadi polemik.

Selain bantuan itu, ujarnya, dana itu juga digunakan untuk bantuan alat tangkapan bagi nelayan berupa jala, perahu motor, dan sejumlah peralatan penangkapan lainnya. Namun bantuan pada tahun 2015 tidak diperuntukan bagi semua kelurahan pesisir di Kota Kupang. Pada tahun ini, bantuan IFAD hanya bagi delapan kelurahan minus Kelurahan Fatubesi.

Baca Juga :  PDI-P tanggapi keinginan Ahok agar Gubernur DKI dipilih Presiden...

“Bantuan yang terealisasir untuk tahun ini, infrastruktur sebesar Rp. 1,4 Miliar, Pokmaswas sebesar Rp. 492 Juta, dan bantuan untuk kelompok usaha sebesar Rp. 981 juta. Sedangkan bantuan sisanya masih dalam tahap proses pengerjaan. Sekedar diketahui, semua bantuan untuk pembangunan infrastruktur tidak melewati proses tender, tapi dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat dan diawasi oleh tim yang dibentuk pemerintah dan IFAD. Semua item pekerjaan dan bantuan nantinya akan diaudit oleh BPK Perwakilan NTT,” pungkas Gah. **

Penulis: Nyongki
Editor   : Erny

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button