Home / Populer / Inilah Rencana Gubernur NTT Merubah Wajah Kota Kupang

Inilah Rencana Gubernur NTT Merubah Wajah Kota Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button
flrGubernur NTT, Frans Lebu Raya (pakai hem biru di sebelah kanan depan). (Foto: Humas Setda NTT)

 

MORAL-POLITIK.COM – Wacana pembangunan Bendungan Kolhua terus bergulir deras. Salah satu alternatif jika warga Kelurahan Kolhua menolak tanahnya untuk dibangun bendungan, maka Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyiapkan solusi cerdasnya.

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT, Andre W. Koreh, di ruang kerjanya menuturkan kepada moral-politik.com, tiga pekan silam, bahwa sesuai hasil survei dari lembaga yang kredibel, area lahan di Kolhua sangat tepat untuk dibangun bendungan dalam rangka memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat di Kota Kupang.

Kata dia, wacana agar Kali Liliba dijadikan alternatif lain jika terjadi arus penolakan yang drastis dari warga Kolhua adalah kurang tepat, oleh karena hasil survei menunjukkan, area lahan di Kali Liliba tak layak untuk dibangun sebuah bendungan.

Walau begitu, mantan Ketua KNPI NTT ini berujar, polemik deras antara Pemerintah Kota Kupang dengan warga Kolhua sudah dipikirkan solusi terbaiknya oleh Gubernur Frans Lebu Raya.

“Pak Gubernur sudah bersua salah satu tokoh penting di Kota Kupang untuk mencari solusi cerdasnya,” tukasnya.

Andre yang juga adalah salah satu calon Sekretaris Daerah Provinsi NTT ini berujar, solusi bagi Kali Liliba adalah dibangun jembatan kembar di sebelah kiri jembatan yang kini sudah ada, dari arah Kantor PU Kota Kupang menuju ke Bandara El Tari. Ini bermaksud untuk memperlanjar arus transportasi orang dan barang di Kota Kasih ini.

Selain itu, tambahnya, Pemrov NTT ingin mengadopsi program dari sebuah provinsi yang sangat piawai dalam hal menata kali di daerah terjal. Di daerah itu, katanya, bakal dibangun terasering agar swasta bisa membangun restaurant.

Baca Juga :  Tren Baru Tradisi Imlek, Angpao Dikirim Melalui Ponsel

“Jadi area itu kita jadikan sebagai obyek wisata kuliner di Kota Kupang,” tukasnya.

Jika semuanya telah selesai dibangun, pungkas dia, maka wajah Kota Kupang akan jauh berbeda dengan wajahnya ketika kini. **

Penulis : Vincent

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button