Home / Populer / Jokowi: November Ada Kompetisi, Tugas Pemain Bola Latihan Saja

Jokowi: November Ada Kompetisi, Tugas Pemain Bola Latihan Saja

Bagikan Halaman ini

Share Button
jokowi-november detiksport/Bagus Prihantoro

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Presiden Joko Widodo mengundang beberapa klub yang berpartisipasi di Piala Presiden untuk makan bersama. Dalam kesempatan itu Jokowi dicurhati soal kompetisi dan PSSI .

“Kalau masalah dengan FIFA saya kira bukan masalah sulitlah mau benar mau baik kapan pun diberikan, dan ini momentumnya. Oleh sebab itu saya mengajak untuk sama-sama bergerak bareng-bareng, bagaimana betul-betul digerakan dengan sangat baik,” tutur Jokowi di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2015).

Lebih lanjut Jokowi juga menyinggung soal minimnya prestasi sepakbola Indonesia di kancah internasional. Kegagalan demi kegagalan yang terus datang menunjukkan ada yang salah dalam tata kelola sepakbola. Menurut dia kompetisi yang baik dapat terwujud apabila organisasi yang menaungi juga sehat.

“Kalau kita lihat main segitu bagusnya masa ranking kita di FIFA 171? Geleng-geleng kita. Kita di bawah negara kecil-kecil. Kita ini bangsa besar, pemain-pemain kita juga potensial dan sangat baik. Ini ada yang salah. Inilah yang akan kita kerjakan,” kata Jokowi.

Jokowi kemudian memanggil bek Mitra Kukar, Rachmat Latief. Rachmat kemudian menyampaikan harapannya agar kompetisi terus dijalankan.

“Saya ingin tetap ada kompetisi supaya bisa lebih baik. Semoga ada pertandingan lagi,” ujar Rachmat.

“Nanti pertengahan November ada kompetisi. Setelah itu ada kompetisi lagi. Tugasnya pemain bola latihan saja,” jawab Jokowi yang disambut tepuk tangan.

“Pokoknya saya berharap lebih baik lagi,” lanjut Rachmat.

“Yang lebih baik yang seperti apa?” tanya Jokowi lagi.

Rachmat sempat terdiam. Dia kemudian melanjutkan pernyataannya bahwa yang lebih baik adalah yang mampu mengelola kompetisi lebih baik.

“Ke depannya ke arah yang lebih baiklah. Enggak ada lagi kompetisi yang enggak benar. Suka mundur jadwalnya,” kata Rachmat.

Baca Juga :  PKB terbuka terhadap semua Parpol...

Setelah itu Jokowi memanggil perwakilan dari Arema Cronus. Maju mewakili Singo Edan adalah pelatih Joko Susilo.

“Saya ingin organisasi itu membawahi seluruh anggotanya untuk menjadi yang baik,” kata Joko.

Jokowi juga mempersilakan manajer Persib Umuh Muchtar untuk maju. Umuh juga mengritisi adanya oknum-oknum di organisasi yang tidak baik.

“Saya enggak mau salah ngomong karena nanti ada yang meneror saya,” kata Umuh.

Terakhir giliran Zulham Zamrun yang dipanggil Jokowi. Dalam curhatnya, Zulham yang terpilih sebagai pemain terbaik Piala Presiden itu ingin agar organisasi mampu menciptakan regenerasi pemain.

“Supaya ada regenerasi. Untuk kompetisi saya anjurkan untuk liga senior segera cepat dilakukan agar pemain kita bisa bekerja. Kalau menurut saya pribadi organisasi janganlah organisasi dibekukan tapi orang-orang yang kerjanya enggak baik bisa dihilangkan,” ungkap Zulham. **

Penulis  : Bagus Prihantoro Nugroho/din
Editor    : Erny
Sumber : Detik.com

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button