Home / News NTT / Jonas Salean Tantang Gugat Pemkot Kupang jika Tak Puas…

Jonas Salean Tantang Gugat Pemkot Kupang jika Tak Puas…

Bagikan Halaman ini

Share Button
salean1Wali Kota Kupang Jonas Salean. (Foto: Ist)

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Menanggapi aksi protes sejumlah warga yang tergabung dalam beberapa organisasi diantaranya GMNI, Laskar Merah Putih, dan lainnya, Wali Kota Kupang Jonas Salean mengatakan, jika pihak keluarag Tomboy maupun Imanuel Tabun tidak puas dengan penggusuran rumah Imanuel Tabun, maka silahkan tempuh jalur hukum dengan menggugat Pemerintah Kota Kupang (Pemkot).

“Kalau tidak puas silahkan gugat, karena tanah itu sudah jelas dan sudah memiliki sertifikat atas nama Pemkot Kupang, karena sudah ada hukum tetap, sehingga jangan menghambat proses pembangunan kamar mayat di lokasi setempat,” kata Jonas Salean kepada perwakilan aliansi di ruang Garuda saat melakukan audiance dengan dirinya selaku Wali Kota Kupang, belum lama ini.

Menurut Jonas, tanah tersebut sudah ada keputusan hukum tetap, telah memiliki sertifikat atas nama Pemkot dan ada putusan MA, sehingga jika ada pihak-pihak tertentu yang tidak puas silahkan tempu jalur hukum, jangan teriak-teriak dan menghambat proses pembangunan.

“Sekarang sudah diturunkan material guna proses pembangunan kamar mayat, dan akibat dari ini proses pembangunan terhambat, jadi tolong jangan memperhambat, karena ini untuk kepentingan masyarakat umum, bukan kepentingan pribadi Jonas Salean. Dan tanah itu milik Pemkot bukan tanah milik siapa-siapa,” tegas dia.

Ditegaskannya, bahwa jika masih terus dilakukan upaya memperhambat proses pembangunan kamar mayat tersebut, maka Pemkot akan memproses, karena telah menghalang-halangi proses pembangunan pemerintah.

“Kalau tidak puas dengan putusan MA silahkan gugat. Dan saya akan proses dia (Imanuel dan keluarga Tomboy) karena menghalangi proses pembangunan pemerintah,” ujarnya.

Jonas pun merasa aneh, mengapa dulu ratusan rumah yang digusur di sekitar situ, aliansi tidak memprotes, sekarang hanya sisa satu rumah baru ramai-ramai datang teriak, ada apa sebenarnya?

Baca Juga :  Warga Minta Kelurahan Liliba & Namosain Dimekarkan, Ini Sikap Jonas Salean

“Semua sudah gusur hanya dia saja, kenapa waktu lalu kita gusur banyak rumah kenapa kalian diam, sekarang hanya 1 orang kalian mau jadi pahlawan kesiangan di sini,” kata Jonas Salean, lalu menambahkan, harusnya yang bersangkutan sebagai PNS, menjadi teladan, bukan menunjukan sikap seperti ini.

Sebelumnya, GMNI, Laskar Merah Putih, sempat melakukan aksi demonstrasi meminta pembangunan perluasan Rumah Sakit SK. Lerik dihentikan karena lahan tersebut masih diklaim sebagai milik dari Imanuel Tabun. **

Penulis: Nyongki
Editor  : Erny

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button