Home / Populer / Kesalnya Yanti Seubela dengan Oknum Jaksa di Kejati NTT

Kesalnya Yanti Seubela dengan Oknum Jaksa di Kejati NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
yanti-saubelanYakoba Yanti Seubela. (Foto: Semar)

 

 

MORAL-POLITIK.COM -Akhir-akhir ini timbul ulah aparat Jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial (TS), yang terkesan melakukan intervensi terhadap terdakwa mantan Bupati Alor, Simeon Pally, yang terlibat kasus dugaan korupsi MBR Alor dan beberapa terdakwa lainnya yakni Okto Lasiko, Ade Massa, dan Urbanus Bela.

Kuasa hukum terdakwa Yakoba Yanti Seubela kepada moral-politik.com beberapa waktu silam, di sebuah restauran di Kota Kupang, pukul. 13.00 wita, mengisahkan bahwa hal itu terjadi pada saat terdakwa dan para saksi keluar persidangan dari Pengadilan Tipikor Klas 1A Kupang, bertempat di Jln. Kartini V, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang, pada saat kembali ke rumah tahanan (rutan) Penfui Kupang.

Atas kejadian itu, terkait kasus dana hibah di Kabupaten Alor yang melibatkan mantan Bupati Alor, Simeon Pally, dimana oknum Jaksa TS dari Kejati NTT secara sembunyi-sembunyi mencoba untuk mempengaruhi kliennya Simeon untuk mengakui bahwa kliennya yang menyuruh mencairkan uang sebesar Rp. 450 juta untuk diberikan ke pengacara John Rihi untuk menyuap hakim dalam perkara korupsi MBR Alor mantan Plt. Sekda, Okto Lasiko, Ade Massa, dan Urbanus Bella agar mereka tidak ditahan.

Bahkan oknum aparat jaksa TS mengatakan kalau kalian mengakui hal itu maka hukuman terhadap kalian menjadi ringan. Demikian juga terjadi pada salah satu saksi Anwar Tey dan Urbanus Bella, pada saat itu oknum jaksa perlakukan mereka hal yang sama disertai ancaman dan tekanan secara psikis terhadap mereka.

Yanti mengurai, kami sangat kesal dengan perbuatan yang dilakukan oleh TS selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menjalani persidangan atas kasus dugaan korupsi MBR di Kabupaten Alor dengan terdakwa Simeon Pally.

Baca Juga :  Kubu Agung: Kubu Ical keras kepala...

Ia menjelaskan bahwa aparat Jaksa TS menyarankan kliennya agar saksi dan terdakwa mengaku hal itu. Namun terdakwan Simeon Pally menyatakan, kejadian ini sudah berulang kali. Sebelumnya, oknum Jaksa sudah beberapa kali mendatangi di tahanan lapas untuk melakukan rayuan terhadap terdakwa, namun akhirnya terdakwa tidak mau melakukan hal itu.

Akhirnya, kata dia, terdakwa Simeon menyatakan berterima kasih atas saran dari Jaksa TS, dan tetap pada keputusan agar kasus itu tetap berlanjut hingga ke persidangan.

Yanti menguraikan, anehnya, bahasa dari oknum Jaksa TS yang meminta kliennya mengaku saat persidangan nanti berulang-ulang kali disampaikan leh TS dengan nada kalimat menekan.

Hal yang sama di sampaikan Johanis Rihi selaku kuasa hukum terdakwa, bahwa menjadi aparat jaksa yang profesional, dan jangan membuat kliennya untuk memenuhi kepentingan pribadi, dan meminta TS agar bertindak netral dalam menangani kasus tersebut. Dia juga berencana mengadukan oknum jaksa itu ke Jaksa Agung supaya dilakukan pengawasan.

“Kita menyesalkan sikap oknum jaksa yang tak profesional. Terkesan melakukan penekanan terhadap saksi dan terdakwa. Jaksa tidak profesional dan netral, serta meminta menghukum oknum yang bertindak seperti itu, sangat meresahkan kami sebagai kuasa hukum terdakwa,” katanya.

Sampai artikel ini hendak ditayang, oknum jaksa TS yang hendak dikonfirmasi tidak menerima telepon dari wartawan. Sementara pesan SMS yang dikirimkan juga tak kunjung dibalasnya. **

Penulis: Semar
Editor  : Erny

 

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button