Home / Populer / Kisah Polisi Gadungan Peras Pedagang Hingga Pemulung di Aceh

Kisah Polisi Gadungan Peras Pedagang Hingga Pemulung di Aceh

Bagikan Halaman ini

Share Button
 polisi-gadungan-peras-pedagang-hingga-pemulung-di-acehPolisi gadungan di Aceh ditangkap. ©2015 merdeka.com/afif

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Polresta Banda Aceh meringkus 2 pemuda pelaku pemerasan terhadap sejumlah warga di Banda Aceh. Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku ini mengaku sebagai intel Polri memeras pedagang kaki lima hingga pemulung.

Kedua tersangka masing-masing bernama Gusti Ananda (20) dan Musliadi (19) warga Banda Aceh. Keduanya hanya tamatan Sekolah Dasar (SD). Pelaku ditangkap Senin (5/10) sekira pukul 00.30 WIB di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli mengatakan, kedua pelaku itu saat menjalankan aksinya mengaku sebagai anggota intel Polri. Ada 3 orang yang menjadi korban pemerasan, 2 orang pedagang kaki lima dan satu orang pemulung.

Ini bermula ada laporan dari korban pertama yaitu Ibnu Hajar bekerja sebagai pemulung. Mendapat laporan langsung kita bergerak dan menangkap kedua tersangka, kata Zulkifli, di Mapolresta Banda Aceh, Selasa (6/10)

Saat ditangkap, polisi menyita sejumlah barang bukti yaitu 20 ikat pinggang hasil rampasan dari pedagang kaki lima, 8 dompet, 18 topi dan uang Rp 1.5 juta serta ikut diamankan satu unit mobil Avanza yang dikendarai tersangka.

Setiap menjalankan aksinya, kata Kapolres, pelaku memanggil korban selayaknya seorang intel polri yang akan menginterogasi seseorang.

Korban diminta untuk masuk dalam mobil, laku diminta identitas dan langsung diambil uang Rp 2 juta dan diturunkan kembali di jalan, tukasnya.

Korban pertama menimpa Ibnu Hajar (68), terjadi pada tanggal 29 September 2015 di jembatan pasar Peunayong, Kecamatan Kuta Alam. Lalu kembali terjadi tanggal 1 Oktober 2015 pukul 01.00 WIB di area Masjid Teuku Umar, jalan Teuku Umar, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

“Korban Budi Amin rugi mencapai Rp 15 juta rupiah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Heri Budianto: "Jokowi terlalu kuat bagi Prabowo-ARB"

Aksi pemerasan yang terakhir dilakukan tanggal 2 Oktober 2015 menimpa Rusli Yusuf di depan SPBU Meuraxa, Kecamatan Meuraxa pukul 14.00 WIB. Saat itu korban sedang istirahat dan langsung dihampiri oleh kedua pelaku dan mengambil barang-barang milik korban dan mengalami kerugian mencapai Rp 10 juta.

Kedua tersangka ini dijerat pasal 363 KUHP ayat 4 e dengan ancaman hukuman 5 tahun, tandasnya. **

Penulis  : Afif/cob
Editor    : Erny
Sumber : Merdeka.com

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button