Home / Populer / Kisah Tarik Ulur Sidang Pembelaan Terdakwa Gerson Tanuab

Kisah Tarik Ulur Sidang Pembelaan Terdakwa Gerson Tanuab

Bagikan Halaman ini

Share Button
DSC_1409Yakoba Yanti Seubela. (Foto: Semar)

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Majelis Hakim kembali menggelar sidang lanjutan dengan pembacaan nota pembelaan atau pledoi terdakwa Gerson Tanuab terkait kasus memberikan keterangan palsu di ruangan persidangan, di Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa waktu silam.

Sidang tersebut terkait dengan kasus memberikan keterangan palsu eksekusi tanah dengan objek perkara Nomor. 54/PDT/G/1981 pada tanggal 10 Desember 1991, yang melibatkan terdakwa menjadi saksi, akhirnya terdakwa memberikan keterangan palsu pada saat itu, sehingga terdakwa masuk ke tahanan lapas Penfui, Kupang.

Dari dokumen berkas pembelaan terdakwa yang diperkirakan berjumlah kurang lebih 19 lembar itu, dibacakan oleh pengacara terdakwa di hadapan majelis hakim. Sidang pembacaan nota pembelaan atau pleidoi terdakwa sebenarnya digelar sekitar pukul 11.00 Wita – pukul. 12.30 Wita.

“Sebenarnya kasus ini disidangkan sekitar pukul 09.00 Wita sesuai dengan perjanjian. Namun kami juga tidak mengetahui kenapa sampai terlambat,” kata Yakoba Yanti Seubela yang bertindak selaku kuasa hukum terdakwa Gerson Tanuab.

Berdasarkan pantauan moral-politik.com di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang, Jln. Palapa, tampak dipadati pengunjung, baik dari kerabat maupun keluarga terdakwa. Kehadiran mereka untuk menyemangati serta memberikan dukungan moril terhadap terdakwa agar kuat menjalani proses persidangan.

Dalam persidangan pembacaan nota pembelaan tersebut, di pimpin majelis hakim Ketut Sudira, jaksa penuntut umum (JPU) Lala Sirega, dan dihadiri kuasa hukumnya Abdul Wahab Johanis D. Rihi, Yakoba Yanti Seubela.

Dalam pembelaannya, kuasa hukum Yanti Seubela tetap menolak Pasal 242 dikenakan kepada Gerson Tanuab, karena kliennya tidak mempunyai niat untuk melakukan hal itu.

“Pasal 242 bisa dipakai bila ada niat. Sedangkan terdakwa Gerson Tanuab tidak ada niat untuk melakukan sumpah palsu, maka pasal ini tidak bisa dipakai,” ujar Yanti Seubela, kuasa hukum Gerson Tanuab.

Baca Juga :  Waooo!! Pemkab TTS Lelang Jabatan Kepsek

Setelah pembacaan nota pembelaan itu, sidang akan dilanjutkan pada Senin, 27 Oktober 2015 dengan agenda pembacaan putusan oleh majelis hakim. **

Penulis: Semar
Editor : Erny

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button