shSamuel Hanin.

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Terkait penetapan mantan Rektor Nuversitas PGRI NTT, Samuel Haning, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggunaan gelar doktor dari lembaga pendidikan yang tidak sah, Polres Kupang Kota dinilai tidak sah dan tidak profesional, karena penyidik Polres Kupang Kota pernah mengeluarkan SP2HP bahwa tidak cukup bukti permulaan untuk melanjutkan penyelidikan laporan tersebut.

“Dengan itulah saya menilai pihak penyidik mapolres Kupang Kota tidak profesional dalam penyelidikan,” kata tim penasehat hukum Samuel Haning, Lesly Anderson Lay, Dorkas Djami, dan Novan Erwin Manafe, dalam materi replik atau jawaban termohon tertanggal 13 Oktober 2015 dalam sidang Pra Peradilan di Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang, Jln. Palapa, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/10/2015), pada pukul. 10.00 Wita.

“Bagaimana mungkin alat bukti yang sama dijelaskan bahwa laporan polisi tersebut tidak memenuhi cukup unsur untuk dilanjutkan, dan dengan alat bukti yang sama mereka gunakan untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka,” jelas Lesly Anderson Lay.

Untuk sidang selanjutnya akan dilanjutkan pada hari Kamis (15/10/2015) dengan agenda pembuktian berkas. **

Penulis : Semar
Editor   : Erny

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 + 1 =