Home / Gallery / Mengenang Asrama TTU, di Detik Terakhir Dirobohkan (4)

Mengenang Asrama TTU, di Detik Terakhir Dirobohkan (4)

Bagikan Halaman ini

Share Button

asrama-ttu-7

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Betapa kejinya excavator ketika tahap demi tahap merobohkan pohon-pohon besar yang berdiri kokoh di area lahan sekitar 1 hektare tersebut. Tak ada kompromi, padahal sang pengemudi kendaraan besi baja tersebut badannya kecil, tapi demi amanat hukum yang telah mempunyai kekuatan mengikat tetap, apalagi dikawal oleh puluhan Anggota Polisi, termasuk sekitar lima orang Polwan cantik, maka nyali si sopir tambah berapi-api.

Saya sendiri coba mengandaikan menjadi dirinya Gabriel Manek dan Ray Fernandes. Mata ini sontak berkaca-kaca. Untung seorang wanita cantik melewati tempatku berdiri, sehingga kutahan cairan bening itu tak boleh menetes membasahi pipiki. “Apa kata dunia jika pria semacam aku ini tertangkap basah sedang menangis?” desis batinku kalem sekali.

Benar sekali apa yang dikatakan oleh warga TTU di Grup Biinmaffo. Mereka menulis dengan kekesan tingkat dewa. Katanya, telah ribuan orang yang menjadi manusia di TTU berkat jasa gedung Asrama TTU itu.

Malah–menurut saya–bukan hanya itu. Gedung tersebut telah merubah peradaban di Kabupaten Timor Tengah Utara, sampai-sampai berdiri kokoh sebuah Universitas yang bernama Universitas Timor, walaupun sejarahnya bermula karena ekses dari plebesit 30 September 1999 yang lalu.

Merubah peradaban di TTU dalam artian dari malas belajar jadi rajin belajar. Dari malas bekerja menjadi rajin bekerja. Dari dipimpin menjadi pemimpin. Terakhir, dari bodok menjadi pintar sekali. (bersambung)

Penulis : Vincent
Baca Juga :  Trending...!!

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button