Home / Gallery / Mengenang Asrama TTU, di Detik Terakhir Dirobohkan (5)

Mengenang Asrama TTU, di Detik Terakhir Dirobohkan (5)

Bagikan Halaman ini

Share Button

debu

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Laksana mengikuti misa arwah, saya coba menghibur diri dengan membatin: “Kau diciptakan dari debu dan akan kembali ke debu pula”. Begitulah sentimentilku kala semua gedung dan pepohonan yang usianya lebih tua dari Pak Ray Fernandes telah dirobohkan rata dengan tanah.

Lalu–apakah setelah rata dengan tanah akan mentanakan juga semangat Pemkab TTU untuk membangun sebuah asrama TTU yang baru di Kota Flamboyan, julukan baru untuk Kota Kupang itu?

Saya tidak berkompoten untuk mengulasnya lebih jauh lagi. Tetapi sebagai orang yang boleh dikatakan terlalu dekat dengan asrama yang telah membidani lahirnya seribuan pemimpin besar di TTU, saya hanya ingin mendendangkan tembang manisnya Ebiet G Ade: “Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih….” (habis)

Penulis : Vincent
Baca Juga :  Mengenang Asrama TTU, di Detik Terakhir Dirobohkan (1)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button