Home / Populer / Pdt.DR.Mery Kolimon diminta Berani Bicara Tentang Kebenaran

Pdt.DR.Mery Kolimon diminta Berani Bicara Tentang Kebenaran

Bagikan Halaman ini

Share Button
 ketu-sinodeKetua Sinode GMIT terpilih periode 2015-2019, Pdt. DR. Mery Kolimon (kiri). (Akun Facebook Mery Kolimon)

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Ketua Sinode GMIT terpilih untuk masa jabatan 2015-2019, Pdt. DR. Mery Kolimon diharapkan bisa menata struktur organisasi kedalam yang lebih baik. Sehingga, kedepan GMIT bisa lebih responsif dengan segala persoalan yang tengah dihadapi oleh masyarakat.

“Sinode GMIT juga harus menjadi organisasi yang lebih relevan dengan tujuan utama berdirinya GMIT, agar para pemimpin gereja GMIT juga bisa lebih tanggap, dan lebih peka terhadap persoalan masyarakat, yang juga merupakan umat dari gereja GMIT. Gereja tidak akan relevan dengan visi dan misi gereja jika hanya menjadi tempat yang diketahui oleh umat bahwa sebagai tempat keberadaannya Tuhan. Karena, jika sampai hal itu terjadi akibat lambatnya proses revitalisasi gereja, maka kedepan gereja bisa saja hanya menjadi tempat bagi kalangan tertentu saja, karena banyak warga gereja yang bakal meninggalkannya,” kata Semi Blegur ketika dihubungi moral-politik.com, di Kota Kupang, Senin (5/10/2015).

blegurSemi Blegur.

Oleh karena itu, tambahnya, para pendeta dalam proses pemilihan Ketua Sinode, harus bisa memilih pemimpin yang mempunyai kapasitas ke dalam untuk merubah struktur organisasi GMIT yang lebih modern, yaitu melibatkan gereja dalam persoalan umat sebagai anggota masyarakat, atau dengan kata lain, gereja harus bisa hadir dalam setiap persoalan masyarakat.

“Gereja merupakan komunitas terutus untuk memberitakan kabar baik kepada dunia mengenai keselamatan yang sedang Allah kerjakan di dunia. Kesaksian dan pengajaran gereja: internal, menyaksikan karya Allah dalam Yesus Kristus kepada dunia keragaman,” katanya lebih lanjut.

Para pendeta juga diminta jangan hanya berkeinginan untuk membesarkan organisasi, dengan mengabaikan visi dan misi gereja.
Ketua Sinode baru yang terpilih nantinya juga diharapkan harus berani bicara tentang kebenaran tanpa takut kehilangan jabatan, termasuk bicara tentang persoalan korupsi yang terjadi di lingkungan gereja maupun pemerintah. **

Baca Juga :  5 Wartawan Kupang Menangkan Lomba Tulisan AJI-WWF
Penulis : Nyongki
Editor   : Erny

 

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button