Home / News NTT / Pemuda Nunhila Datangi DPRD Kota Kupang, Ada Apa?

Pemuda Nunhila Datangi DPRD Kota Kupang, Ada Apa?

Bagikan Halaman ini

Share Button
oebaIlustrasi tempat penjualan ikan di Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang. (Ist)

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Belasan pemuda dari Kelurahan Nunhila, Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendatangi Gedung DPRD Kota Kupang. Kedatangan para pemuda dengan tujuan untuk menyampaikan sikap penolakan mereka atas peralihan fungsi lapangan volly di Kelurahan Nunhila Rt.03/Rw.01 menjadi pasar ikan melalui program IFAD.

Perwakilan pemuda Nunhila, Erof Reke, mengatakan kedatangan kelompok pemuda ini dengan tujuan untuk menyampaikan surat penolakan peralihan fungsi lapangan volly di Kelurahan Nunhila Rt.03/Rw.01 untuk dijadikan pasar ikan.

“Kami yang berjumlah 16 orang datangi DPRD dengan maksud dan tujuan bertemu Ketua DPRD untuk menyerahkan surat penolakan,” kata Reke kepada wartawan yang ditemui usai bertemu Ketua DPRD, Yeskiel Loudoe, Kamis (15/10/2015).

Reke mengatakan, isi dari surat penolakan peralihan fungsi lapangan volly di Kelurahan Nunhila Rt.03/Rw.01 dengan nomor surat 01/NHL/2015. Dengan alasan lapangan volly dianggap sebagai icon kebanggaan kelurahan Nunhila. Tempat tersebut mempunyai histori khusus bagi masyarakat Nunhila.

“Lapangan itu menyimpan sejarah bagi masyarakat Nunhila. Sudah banyak pemain volly asal NTT yang dilahirkan dari lapangan itu. Banyak juga pemuda Nunhila yang mendapat pekerjaan di perusahan-perusahan besar karena mahir bermain volley. Dan cikal bakal atlit itu awalnya dari lapangan itu,” ujarnya.

“Dalam surat tersebut kami meminta agar para anggota dewan yang terhormat, segera mengambil keputusan untuk menghentikan pembangunan pasar ikan di atas lapangan volly tersebut seperti semula,” katanya.

Dikatakan, rencana pemerintah Kota Kupang mengganti lapangan volly bagi masyarakat Nunhila juga tidak jelas. Pemerintah belum membangun lapangan volly pengganti padahal pasar sudah dibangun. Lucunya lagi, lahan yang ditunjuk pemerintah untuk pembangunan lapangan volly merupakan lahan yuang dijadikan shelter bagi para nelayan.

Baca Juga :  Surya Paloh Diperiksa KPK, Ada Apa?

“Apakah ini langkah yang bijak? Saya kira tidak. Saya menduga lahan yang ditunjuk untuk membangun lapangan volly hanya akal-akalan pemerintah saja. Jika lapangan jadi dibangun di lokasi yang ditetapkan oleh pemerintah maka akan jadi masalah baru. Apakah para nelayan akan menerima shelter mereka dijadikan lapangan volly, saya kira tidak,” ujarnya

Sebagai solusi, kata dia, disarankan kepada pemerintah agar pembangunan pasar ikan bagi para nelayan dilakukan di lokasi pesisisr pantai Batu Kepala, sehingga tidak ada yang dirugikan dan menghasilkan nilai lebih bagi para nelayan dalam penjualan. Sementara itu, Milson Rohi Bunga mengatakan, dalam pertemuan bersama Ketua DPRD, Ketua DPRD telah mengarahkan untuk nantinya lakukan rapat bersama komisi I.

Sementara disinggung jika pembangunan tetap dilaksanakan, dirinya mengaku, jika berisikeras tetap dibangun maka kami akan bersikap, tetapi saat kami masih menggunakan jalan damai dan dirinya menjamin tidak ada kekerasan didalamnya.

Terpisah,Ketua DPRD, Yeskial Loudoe mengaku, kedatangan para pemuda ini, nantinya akan dikoordinasi dengan komisi I guna digelar dengar pendapat bersama mereka.

“Saya akan berkoordinasi dengan komisi I, guna menggendakan kapan rapat dengan pendapat bersama mereka dilakukan, dan setelah itu baru disampikan kepada mereka untuk hadir ,” pungkas dia.

Penulis : Nyongki
Editor  : Erny

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button