Home / Populer / Plt Gubernur Sumut Ditanya KPK soal Pertemuan di Kantor NasDem

Plt Gubernur Sumut Ditanya KPK soal Pertemuan di Kantor NasDem

Bagikan Halaman ini

Share Button
akuiTengku Erry Nuradi. (tempo.co)

MORAL-POLITIK.COM – Plt Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi diperiksa penyidik KPK selama 11 jam terkait kasus suap hakim PTUN Medan. Tengku Erry banyak dicecar terkait pertemuan di kantor DPP NasDem antara dirinya, Gubernur Gatot Pujo Nugroho, OC Kaligis dan Surya Paloh.

“Tadi saya sudah menjelaskan tentang semua yang terjadi di Sumatera Utara seperti kita ketahui, tentang kejadian yang di Sumatera Utara yang melibatkan Bapak Gatot. Jadi banyak hal yang ditanyakan tadi kepada saya, ada lebih kurang sekitar 20an pertanyaan dan lebih banyak tentang klarifikasi dan semuanya telah saya jelaskan kepada penyidik. Alhamdulillah semuanya sudah saya laksanakan dengan baik,” kata Tengku Erry di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2015).

Erry mengakui, penyidik banyak mencecarnya terkait pertemuan di kantor DPP NasDem. Ketua DPD NasDem Sumut itu membenarkan memang ada pertemuan di kantor NasDem.

“Ya tadi ditanyakan juga itu, saya klarifikasikan bahwa memang ada pertemuan itu, tapi tidak ada membicarakan tentang kasus ya, karena sebagai mana kita ketahui bahwa selama ini mungkin masyarakat juga sudah banyak mengetahui komunikasi yang kurang begitu maksimal antara saya dan Pak Gubernur itu ingin didamaikan ataupun diislahkan oleh bapak Surya Paloh,” jelas Tengku.

“Jadi tidak ada membicarakan masalah yang lain, semua jelas terbuka dan saya sampaikan dan mudah-mudahan kalau kalian melihat saya sekarang, wajah saya cerah berarti kan bahwa semuanya masalah bisa diselesaikan dengan baik dan saya sudah klarifikasi dengan semua yang ditanya oleh penyidik,” imbuhnya.

Politisi NasDem itu menegaskan, sang Ketum Surya Paloh tidak membahas terkait kasus korupsi Bansos yang tengah membelit Gatot. Erry juga membantah adanya deal-deal dalam pertemuan itu, terutama adanya deal soal pengamanan kasus Gatot di Kejaksaan.

Baca Juga :  3 Hal yang bisa batalkan Joko Widodo jadi presiden

“Pertemuan itu hanya bicara masalah hubungan yang tidak begitu harmonis antara saya dengan bapak gubernur, kemudian Pak Surya Paloh meminta agar saya dengan Pak Gubernur tetap kompak untuk membangun Sumatera Utara karena kita ketahui Pak Surya Paloh adalah orang Sumut, maka dia menginginkan kami tetap kompak agar Sumut bisa dibangun dengan baik. Tidak ada yang berkaitan dengan hukum,” tegasnya. **

Penulis  : Ikhwanul Khabibi/dra
Editor    : Erny
Sumber : Detik.com

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button