Home / Populer / Prabowo Minta Naikkan Status Kabut Asap Jadi Bencana Nasional

Prabowo Minta Naikkan Status Kabut Asap Jadi Bencana Nasional

Bagikan Halaman ini

Share Button
prabowoFoto: Rachman Haryanto

 
MORAL-POLITIK.COM – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan kian memprihatinkan. Dia pun meminta agar statusnya dinaikkan jadi bencana nasional.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo lewat akun Facebook resminya seperti dikutip detikcom, Rabu (14/10/2015). Menurutnya, banyak yang bertanya kepada dia soal bagaimana sikapnya terhadap kabut asap yang melanda.

“Demi mengatasi kabut asap yang terus merugikan sebagian rakyat Indonesia, saya menyarankan untuk menaikkan status tersebut menjadi bencana nasional,” kata Prabowo.

“Tujuannya, agar penanganan yang diberikan pemerintah pusat dan daerah dapat lebih maksimal. Karena dampak yang ditimbulkan sudah sangat memperihatinkan,” sambung Prabowo menegaskan.

Prabowo juga memberikan saran kepada pemerintah. Dalam menangani asap, menurutnya harus dibentuk kementerian khusus yang fokus menangani bencana alam seperti halnya di Rusia.

“Dengan memanfaatkan teknologi satelit, Kementerian Penanggulangan Bencana di Rusia bisa mendeteksi adanya titik-titik api, dengan begitu kebakaran hutan dapat dicegah,” ucapnya.

“Selain itu, aparat penegak hukum juga harus berani melakukan investigasi agar para pelaku pembakar hutan mendapatkan sanksi dan hukuman yang sesuai,” timpal Prabowo.

Ucapan Prabowo tersebut mendapat banyak respons di Facebook. Ada seorang warga yang curhat lewat kolom komentar. Dia menganggap respons negara masih kurang dalam menangani kabut asap di Sumatera Barat. Mantan Danjen Kopassus ini pun memberi tanggapan.

“Saya sudah perintahkan kepada jajaran Fraksi Gerindra di DPR RI untuk terus memperjuangkan agar status masalah tersebut (asap) menjadi bencana nasional. Hal ini sangat penting, mengingat dampak yang ditimbulkan sudah sangat memperihatinkan,” imbuh Prabowo. **

Penulis  : Herianto Batubara/erd
Editor    : Erny
Sumber : Detik.com
Baca Juga :  Seks bukan prioritas utama di Jepang

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button