Home / Populer / “Quo Vadis” Menteri Susi…?

“Quo Vadis” Menteri Susi…?

Bagikan Halaman ini

Share Button
menteriMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (tengah) usai acara sertijab di Kantor KKP, Jakarta, Rabu (29/10/2014) bersama mantan Menteri KKP Sharif Cicip Sutardjo (tiga dari kiri) dan Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo (kanan). Foto : KKP

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Roda dunia terus berputar seirama kehendak Sang Pencipta. Semua serba misteri, tiada yang bisa menduga pasti. Jika kemarin Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merupakan menteri yang paling populer dalam setahun kabinet kerja Jokowi-JK, namun akhir-akhir ini muncul wacana lain.

Malah wacana itu sendiri muncul dari Menteri Susi, si menteri nyentrik asal Pangandaran, Jawa Barat, itu justru memberikan isyarat akan segera mundur dari jabatannya.

“Hari ini, saya sangat gembira. Sekjen dan dirjen semangatnya luar biasa. Saya yakin, saya tidak perlu lama-lama di KKP. Saya lihat karyawan KKP sudah punya semangat dan integrity. Itu modal utama. Sekjen siapkan infrastrukturnya. Kami ubah accountability dengan assesstment-nya,” ujar Susi (30/10/2015), sebagaimana dilansir lensaberita.net.

Susi mempersilakan wartawan untuk lebih banyak menanyakan berbagai persoalan di KKP kepada para dirjen-dirjen, jangan lagi kepada dirinya.

“KKP bukan cuma Susi. Wartawan harus mulai mau bicara dan ganggu dirjen-dirjen, jangan cuma saya. Dirjen pun harus mulai diganggu dan dikejar-kejar wartawan. Nanti saya sebentar lagi sudah tidak, ya satu sampai dua bulan lagi, silakan tanya dirjen,” kata Susi.

Dalam acara satu tahun pemerintahan ini, Susi juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada media massa.

Menurut Susi, media massa telah menjadi pionir bagi KKP untuk menyampaikan berita kepada masyarakat bahwa KKP terkait program laut yang merupakan masa depan bangsa.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pegawai KKP atas kinerja dan kebersamaan dalam tempo waktu setahun ini.

Baca Juga :  Kisah Jokowi tak temui Massa 411...

Isyarat mundur bukan kali ini saja diucapkan Susi. Pada September lalu, Susi Pudjiastuti mengatakan akan memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya saat ini daripada membiarkan penggunaan alat penangkap ikan (API) pukat hela (trawl) dilegalkan.

Pernyataan itu dia sampaikan di depan anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).

“Kalau arad (alat tangkap ikan jenis trawl) ditarik sama kapal 100-200 GT, dibawa pakai pemberat begitu, ditarik dua perahu, apalagi sepanjang 50 kilometer, seram Pak. Kalau saya diharuskan gitu, saya resign, Pak dari pekerjaan saya,” ujar Susi di Kantor KKP, Senin (7/9/2015).

Jika sinyal yang dihembuskan oleh Susi itu sendiri benar adanya, “Quo Vadis” Menteri Susi…?”**

Penulis  : AGR/KOMPAS
Editor     : Erny
Sumber : Lensaberita.net

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button