Home / Populer / Revisi UU KPK Pemicu Memanasnya Kisruh KIH Vs KMP…

Revisi UU KPK Pemicu Memanasnya Kisruh KIH Vs KMP…

Bagikan Halaman ini

Share Button
gambar-prabowo-vs-jokowi-555x293Foto: Indoberita.com.

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Kegaduhan politik tak ada habisnya terjadi dinegeri ini. Setelah sebelumnya, fraksi-fraksi di DPR membuat kegaduhan lantaran beberapa wacananya mulai dari mega proyek DPR, kenaikan tunjangan, hingga proyek kasur, termasuk lain-lainnya. Kini hampir keseluruhan dua koalisi di DPR berbeda pandangan terkait RUU KPK yang berpotensi mematikan KPK, karena dalam pasal 5 draf RUU itu termatub, sejak RUU itu diundangkan, maka umur KPK tersisa 12 tahun lagi. Dan KIH dan KMP pun saling berbeda pandangan. Fraksi yang tergabung dalam KIH ngotot mati-matian, agar RUU itu disahkan secepatnya, agar bisa diimplementasikan berbarengan dengan pimpinan baru KPK pada Desember mendatang. Sementara fraksi yang tergabung dalam KMP, minus Golkar, dengan tegas menyatakan sikapnya menola RUU tersebut.

Sikap berbeda pandangan antar KIH dan KMP tersebut sebenarnya adalah sebuah pertarungan politik yang hebat, apalagi jelang Pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada 9 Desember mendatang, dan secara matematika politik, ini adalah keuntungan terbesar yang didapat oleh fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) minus Golkar, lantaran, dalam situasi politik saat ini, fraksi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) justru menunjukkan sikap sebaliknya yakni mendukung penghancuran KPK, yang diketahui bahwa KPK adalah salah satu ujung tombak pemberantasan korupsi dinegeri ini. Petaka bagi fraksi yabg tergabung dalam KIH, dan semua momentum besar bagi fraksi yang tergabung dalam KMP.

Kegetolan fraksi yang tergabung dalam KIH tersebut justru adalah sebuah tindakan yang paling konyol sekaligus tindakan bodoh, karena fraksi yang tergabung dalam KIH tak seharusnya menghancurkan KPK yang menjadi penjaga uang rakyat tersebut. Karena tindakan yang dilakukan oleh fraksi yang tergabung dalam KIH sangat bertentangan dengan rakyat Indonesia. Namun, situasi ini benar-benar dimanfaatkan oleh fraksi yang tergabung dalam KMP minus Golkar. Permainan politik yang ditunjukkan oleh KMP sungguh luar biasa cerdasnya, KMP mampu membaca kondisi dan situasi yang dapat kembali menaikkan tingkat kepercayaan publik terhadap fraksi yang tergabung dalam KMP, dan berbanding terbalik dengan apa yang akan dirasakan oleh KIH nanti.

Baca Juga :  Waktu singkat, Komisi B minta kerjasama Pemkot Kupang

PDIP sebagai partai utama pendukung pemerintahan, adalah partai yang paling berambisi menghancurkan KPK, disusul oleh partai pendukung lainnya, Nasdem, Hanura, PPP, PKB,plus satu anggota KMP, Golkar tentunya akan merasakan dampak maupun implikasi politiknya pada 9 Desember mendatang atau lebih tepatnya bertepatan dengan pelaksanaan pemilukada serentak tahap pertama. Pada pilkada serentak tahap pertama inilah, calon-calon yang diusung oleh fraksi dari KIH justru perolehan suaranya sangat anjlok, lantaran dihukum dan sudah dibenci oleh masyarakat, lantaran keputusannya mendukung pembubaran KPK, yang selama ini menjadi tulang punggung bagi republik ini.

Suara-suara yang seharusnya masuk ke kantung suara fraksi yang tergabung dalam KIH justru akan sangat bisa dipastikan berpindah ke fraksi dalam KMP, sebut saja Gerindra, PKS, Demokrat, minus PAN (pemerintahan) yang akan mendulang perolehan suara yang angkanya berbanding terbalik dengan suara yang diperoleh oleh fraksi yabg tergabung dalam KIH. Polarisasi politik yang terjadi saat ini seolah menunjukkan fraksi yang tergabung dalam KMP lah yang berpihak kepada rakyat, walaupun sebenarnya sulit dipastikan sikap yang sesungguhnya, namun, tidak ada satu partai pun yang aman selama keberadaan KPK masih dibumi pertiwi ini.

Dengan dalih menolak dan menentang keras RUU yang akan memusnahkan KPK tersebut, sesungguhny inilah kelebihan dan kecerdikan partai yang tergabung dalam KMP, kareba sikap mereka sekarang justru akan menjadi tabungan yang sangat berharga pada pilkada serentak 9 Desember, calon yang mereka usung pun dipastikan akan mudahnya memenangi persaingan menjadi penguasa daerah, meskipun itu lumbung suara bagi partai yang tergabung dalam KIH, namun, hati masyarakat sudah terlanjur marah, sakit hati, kecewa terhadal sikap partai yang tergabung dalam KIH.

Baca Juga :  DPRD : Pemkot Kupang kelola mutasi secara profesional

Puncaknya, jika semua partai yang mendukung penghancuran KPK tersebut tidak mengubah sikapnya, maka bisa dipastikan pada pelaksaan Pemilu 2019 mendatang, perolehan suara partai yang tergabung dalam KIH akan hancur lebur, sebagai dampak kebodohan politik yang dipraktikkannya hari ini. Sebaliknya, partai yang tergabung dalam KMP alan semakin berkibar namanya, akan semakin banyak pendukungnya.

Di sinilah letak kecerdasan politik yang dimiliki oleh KMP ketimbang KIH yang tidak memiliki pemikiran revolusioner, demi kepentingan sesaat yang lagi-lagi hal tersebut akan menjadi sebuah petaka terburuk bagi KIH dalam dunia perpolitikan Indonesia di tahun-tahun politik mendatang. Sikap KMP yang seolah berpihak kepada rakyat adalah sebuah kemenangan sementara yang membuat KMP sedikit bergembira. **

Penulis  : Satria
Editor    : Erny
Sumber : Beritacenter.com

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button