Home / Populer / Samuel Haning Menduga Ada yang Pakai Ilmu Telepati

Samuel Haning Menduga Ada yang Pakai Ilmu Telepati

Bagikan Halaman ini

Share Button
samSamuel Haning. (Foto: Tribunnews.com)

 

 
MORAL-POLITIK.COM – Paska sidang praperadilan Samuel Haning, dua anggota kepolisian dari Polresta Kupang Kota yang menjadi kuasa hukum termohon dalam perkara pra peradilan yang diajukan mantan Rektor Universitas PGRI Nusa Tenggara Timur (NTT), masing-masing Iptu Jamari, dan Brigpol Kepala Rifai, dinilai menggunakan jurus ilmu telepati dalam membuat materi duplik. Sedangkan dalam materi duplik dibuat sebelum replik dibacakan oleh tim penasehat hukum Samuel Haning.

Karena itu, usai pembacaan replik atau tanggapan atas jawaban termohon terhadap permohonan pemeriksaan pra peradilan yang diajukan tim kuasa hukum Samuel Haning, Lesly Anderson Lay, Dorkas Djami, dan Novan Erwin Manafe, dalam sidang lanjutan pra peradilan yang dipimpin Hakim Herbert Haarefa, yang berlangsung di ruang sidang Cakra, Pengadilan Negeri Kupang, kuasa hukum Polres Kupang Kota, Iptu Jamari, dan Brigpol Kepala Rifai, langsung membacakan dupliknya.

“Dari usai pembacaan replik itu, apakah kuasa hukum termohon akan mengajukan duplik untuk replik yang baru saja dibacakan,” tanya hakim Herbert.

Kemudian Iptu Jamari, dan Brigpol Kepala Rifai, langsung menjawab akan memberikan duplik, dan
menyatakan dupliknya sudah siap untuk dibacakan. “Duplik nya sudah siap yang mulia,” jawab keduanya.

Ia menuturkan Kepada moral-politik.com, usai sidang di halaman Pengadilan Negeri Kupang, tim penasehat hukum Samuel Haning mengatakan kemungkinan kuasa hukum Polres Kupang Kota menggunakan ilmu telepati sehingga bisa membuat duplik sebelum mendengarkan materi replik.

“Mereka (kuasa hukum Polres Kupang Kota), pakai ilmu telepati. tetapi ilmu telepatinya salah, sehingga materi dupliknya tidak menanggapi sedikitpun dari materi replik kita (tim penasehat hukum Samuel Haning). Jadi kita uraikan A di replik, mereka uraikan F atau G di duplik,” jelas Novan Erwin Manafe, yang mengaku pihaknya tidak memberikan file repliknya kepada tim kuasa hukum Polres Kupang Kota sebelum dibacakan di dalam ruang persidangan. **

Baca Juga :  Ikrar: Bu Ani Pernah Jadi Apa? Kasihan Bisa Dipermalukan kalau Jadi Capres

Penulis : Semar
Editor   : Erny

 

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button