demonstrasiDemonstrasi ribuan orang dari Aliansi Tarik Mandat (ATM) di depan gerbang utama gedung DPR, Senayan, Jakarta, berlangsung ricuh beberapa saat lalu (Rabu, 28/10).

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Demonstrasi ribuan orang dari Aliansi Tarik Mandat (ATM) di depan gerbang utama gedung DPR, Senayan, Jakarta, berlangsung ricuh beberapa saat lalu (Rabu, 28/10).

Awal kericuhan karena water canon yang disemprotkan ‎polisi untuk memadamkan api dari ban yang dibakar demonstran di gerbang kompleks parlemen.

Aksi semakin rusuh setelah puluhan polisi dari sisi dalam gerbang DPR menghujani demonstran dengan batu‎. Saling lempar kedua kubu membuat demonstrasi semakin “panas”.

Berulangkali koordinator massa mencoba untuk menenangkan demonstran. Sayangnya, amarah demonstran tidak terbendung.

Berikut tiga point tuntutan Presidium ATM – Aliansi Tarik Mandat yang akan disampaikan kepada DPR/MPR:

1) Sidang Istimewa Kembalikan UUD 45 pra amandemen.
2) Cabut Mandat rakyat dari Jokowi-JK.
3) Nasionalisasi aset-aset

“Ingat kawan-kawan, musuh kita bukan polisi. Musuh kita Jokowi-JK,” ujar orator dari mobil komando.

Sementara ini polisi menarik pasukan dan bersiaga di sisi dalam gedung parlemen. Mahasiswa tampak merusak taman depan gerbang kompleks dan melemparkan pohonnya ke dalam gedung.

“Kami tuntut janji-janji Jokowi. Katanya BBM tidak dilepas ke mekanisme pasar, ternyata ikut sistem liberal,” kata Benny.

Karena itu, mahasiswa meminta DPR untuk mengajukan hak angket kepada MPR untuk dilakukannya sidang istimewa menurunkan Jokowi. Mereka pun secara khusus agar Wakil Ketua
DPR yang kebetulan hadir mendengarkan aspirasi itu untuk merealisasikannya.

“Jika tuntutan kami tidak dijawab konkret oleh Bang Fadli, kami akan menginap di Senayan,” tegasnya. **

Editor     : erny
Sumber : rmol/apaansih.net
Baca Juga :  Ini penyebab Nelayan Kota Kupang Keluhkan Bantuan IFAD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here