Home / Populer / Terdakwa Edi Santoso Parwono Dituntut 6,6 Tahun Penjara

Terdakwa Edi Santoso Parwono Dituntut 6,6 Tahun Penjara

Bagikan Halaman ini

Share Button
yanti-sLuis Balun berada di belakang Yanti Saubelan. (Semar Dju)

 

MORAL-POLITIK.COM – Jaksa Penunut Umum (JPU) akhirnya menuntutan terhadap Edi Santoso Parwono, terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pengadaan selama 6.6 bulan kurungan penjara.

Sidang itu sendiri dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim, Jamser Simanjuntak, didampingi dua hakim anggota, T Beni Eko, Amsori Saifudin. Sedangkan penasihat hukumnya Luis Balun. Sedangkan yang bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) hadir Jaksa dari Kejari Kupang, Tedjo L. Sunarno dan Emiersiana Tdjehamaat.

Dalam tuntutan JPU mengatakan saudara terdakwa Edi Santoso Parwono telah melanggar undang-undang tindak pidana korupsi untuk memperkaya diri sendir atau perbuatan melawan hukum dengan kerugian negara sebanyak Rp. 50.000.000.

Hal itu terungkap dalam sidang di Tipikor di PN Klas 1A Kupang, Jln. Kartini No. IV, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (8/10/2015) pukul.13.20-15.00 Wita.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tedjo L. Sunarno dalam tuntutannya menyebutkan, terdakwa melanggar pasal 2 ayat 1 jonto pasal 18 UU No 31 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana korupsi. Jaksa menilai, terdakwa tidak mendukung dalam pemberantasan korupsi. “Hal yang meringankan, selama persidangan terdakwa sopan dan masih memiliki tanggungan keluarga,” kata Tedjo L. Sunarno.

Selain dituntut 6,6 tahun penjara, salah satu anggota Dir Polda ini juga didenda Rp 400san juta subsider enam bulan kurungan.

Untuk diketahui Dan Operasional di Direskrimsus Polda NTT 2013 Rp 1,4 miliar, dalam pelaksanaan terdakwa tidak dapat mempertanggungjawabkan sebesar Rp 468. 246.

Kasus dugaan korupsi ini dilakukan Edi saat menjadi bendahara Dirkimsus Polda NTT pada tahun 2013. Edi saat itu mempergunakan mobil itu untuk mencari uang sampingan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari.

Baca Juga :  Gunung Sinabung berstatus awas (level IV)

Usai sidang, kepada moral politik.com, Edi enggan berkomentar atas tuntutan jaksa tersebut. “Mohon maaf, saya tidak berkomentar. Nanti saja kita jawab saat pledoi,” kata Edi.

Terpisah, kuasa hukum terdakwa Luis Balun mengatakan, saya minta kepada majelis hakim yang mulia agar memberikan kesempatan dengan tempo waktu yang cukup singkat, tujuh hari terhitung untuk mengajukan pembelaan terhitung dari tanggal (8/10/2015).

Sidang yang dipimpin hakim Jamser Simanjuntak mengatakan sidang tersebut akan dilanjutkan dua pekan ke depan dengan persidangan pembelaan pledoi terhadap terdakwa. **

Penulis : Semar Dju
Editor   : Erny

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button