salam

 

MORAL-POLITIK.COM – Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Klinik Voluntary Counseling Test (VCT) yang tersebar di Kota Kupang pada tahun 2015, ditemukan sebanyak 19 bayi yang terinveksi Human Imunodifisiensi Virus (HIV).

Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man kepada moral-politik.com, di Kota Kupang, Selasa (17/11/2015) mengatakan, bayi yang terdeteksi mengidap HIV tersebar diseluruh kecamatan di Kota Kupang. Umumnya bayi yang terinfeksi HIV, tambahnya, ditularkan langsung oleh ibu kandungnya ketika hamil.

“Hampir dipastikan bahwa bayi yang tertular HIV langsung dari ibu kandungnya yang juga penderita HIV,” ungkapnya.

Ia mengaku, dengan ditemukannya jumlah pengidap HIV yang semakin banyak, terutama pada bayi, pemerintah Kota Kupang akan membuat aturan baru pada tahun 2016 mendatang, yaitu wajib menjalani tes darah untuk mendeteksi penularan HIV/AIDS sejak dini. Hal ini perlu dilakukan untuk melakukan penanganan sedini mungkin agar virus yang belum ada obat penawarnya hingga kini, bisa dicegah penyebarannya lebih luas..

“Semua ibu hami pada 1 Januari 2016 wajib tes di klinik VCT. Namun sebelum menjalani tes, sang ibu hamil perlu melakukan konsultasi dengan suaminya terlebih dahulu. Namun intinya pemerintah akan meminta semua ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan di Klinik VCT yang berada di rumah sakit maupun di Puskesmas yang ada,” ungkapnya.

Ia mengaku, kebijakan pemerintah Kota mewajibkan ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan di Klinik VCT, untuk menekan angka penyebaran HIV/AIDS di Kota Kupang.

“Hingga saat ini, di luar 19 bayi yang baru terdata, jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Kupang sebanyak 700 lebih, sehingga pemerintah perlu memikirkan langkah pencegahan penyebarannya, karena kita tahu bersama bahwa penyebaran HIV/AIDS itu, ibaratnya seperti gunung es yang nampak kecil di permukaan tapi besar di dalamnya,” pugkasnya. **

Penulis: Nyongki
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 + 8 =