andre

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Persoalan air di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat mengemuka, dan pada akhirnya bikin Provinsi Seribu Pulau ini terkebelakang jika dibandingkan provinsi lainnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Gubernur NTT Frans Lebu Raya melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT, Andre W. Koreh, di ruang kerjanya, pekan lalu mewartakan bahwa komitmen Presiden Joko Widodo untuk memecahkan persoalan air di NTT sangat besar.

“NTT diberikan jatah tujuh bendungan baru, satunya sedang dalam penyelesaian yaitu Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang,” ujar Andre, sapaan sehari-harinya.

Bilang dia, satu lagi yang hingga kini masih terkendala masalah kemauan baik dari masyarakat adalah Bendungan Kolhua di Kota Kupang. Kendati begitu dirinya tetap optimis bahwa warga yang menolak bakal luluh hatinya, sebab air adalah sumber hayat hidup dirinya dan semua makhluk hidup. “Saya tetap optimis akan tiba saatnya mereka bakal menerima niat baik pemerintah untuk membangun bendungan besar di daerah yang dicintainya itu,” tukas dia.

Terpisah, Sekretaris Dinas PU NTT Johanes Tobi menambahkan, pilihan lokasi pembangunan empat bendungan lainnya di NTT masih dalam pengkajian yang lebih cermat lagi. “Yang pasti kita akan pertimbangkan aspek pemerataan pembangunan di setiap daratan, semisal Flores dan Sumba,” ungkapnya.

 

Penulis: Erny

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 1 = 2