panen-jsWali Kota Kupang, Jonas Salean (kanan) sedang panen jagung. (Foto: Ridwan)

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Kendati program pemerintah untuk memberikan kepada masyarakat miskin masih saja dikritik, bahkan ada masyarakat yang mencaci maki Wali Kota Kupang, Jonas Salean, karena menurut mereka tidak sesuai dan hanya buang-buang uang saja, namun tak menyurutkan niat baik dari Pemerintah Kota Kupang terhadap masyarakatnya sendiri.

“Hampir semua bantuan dikiritisi. Bahkan ada yang SMS lewat nonor layanan Pemkot sambil mencaci maki saya sebagai Wali Kota. Tapi saya tidak menggubrisnya karena saya menganggap itu sebagai kritikan dari masyarakat Kota Kupang karena mereka ingin saya terus berbuat untuk masyarakat,” kata Jonas Salean kepada moral-politik.com, di ruang kerjanya, Selasa (3/11/2015).

Ia mengaku banyak yang mempertanyakan bantuan-bantuan yang diberikan seperti santunan kematian, pemberian dana PEM. Untuk santunan kematian mereka menyebut kenapa Wali Kota memberikan bantuan kepada orang yang sudah meninggal, kenapa bantuan itu tidak diberikan kepada mereka yang hidup. Menurutnya, bantuan duka bukan diperuntukan bagi yang meninggal tapi untuk keluarga duka. “Ketika orang meninggal butuh biaya untuk pengadaan peti, acara syukuran dan segala macam kebutuhan. Tujuan dari bantuan itu untuk meringankan keluarga yang harus menanggung biaya besar selama prosesi dari awal hingga ibadat pengucapan syukur,” katanya.

Sementara bantuan Dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat yang dinilai memanjakan masyarakat, tambahnya, tidak sebetulnya benar. Kata dia, bantuan itu untuk memberikan bantuan tambahan modal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha demi peningkatan pendapatan mereka. “Pemerintah memberikan bantuan sudah berdasarkan kajian, jadi tidak bantuan asal diberikan atau sengaja memanjakan masyarakat. Beri bantuan salah, tidak diberi bantuan lebih salah. Tapi saya anggap ini merupakan kritikan agar kami lebih giat melayani masyarakat,” bukanya menambahkan.

Diakuinya, kritikan-kritikan itu tidak membuat langkah pemerintah surut. Pada tahun 2015 Pemkot telah meluncurkan bantuan beasiswa miskin kepada anak-anak dari keluarga yang tidak mampu untuk meraih gelar sarjana. Bantuan segera diberikan menyusul 1000 nama penerima telah ditetapkan berdasarkan verifikasi ketat dari dinas PPO. Selain itu, pemerintah juga akan menaikan pemberian dana PEN dari Rp. 500 juta per kelurahan menjadi Rp. 1 miliar per kelurahan. **

Penulis  : Nyongki
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 + 1 =