ayu

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Gerakan revolusi mental merupakan suatu gerakan seluruh masyarakat (pemerintah dan rakyat) dengan cara yang cepat untuk mengangkat kembali nilai-nilai strategis yang diperlukan oleh bangsa dan negara. Istilah Revolusi Mental bukanlah hal yang baru bagi bangsa Indonesia, karena pada tanggal 17 Agustus 1957 Presiden Soekarno dalam pidato kenegaraanya pertama kali mencetuskan istilah revolusi mental.

Melansir siaran pers yang disampaikan Plt. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Setda Provinsi NTT, Ec. M. Nasir Abdullah, yang dikirim kepada moral-politik.com, Jumat (20/11/2015), Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengatakan, gagasan revolusi mental pada Tahun 2014 digaungkan kembali oleh Presiden Joko Widodo dengan menyeruhkan untuk memulai sebuah Gerakan Nasional Revolusi Mental dengan mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.

Revolusi mental yang disebut Soekarno sebagai “Gerakan Hidup Baru”, lanjut Gubernur Lebu Raya, bertujuan tidak hanya menanamkan rasa percaya diri dan kemampuan sendiri, tapi juga menanamkan optimisme dan daya kreatif di kalangan rakyat dalam menghadapi rintangan dan kesulitan bermasyarakat dan bernegara. “Ia adalah satu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia yang baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang bernyala-nyala”, kata Gubernur Lebu Raya mengutip ucapan Bung Karno.

“Bagi Bung Karno revolusi mental, bukanlah pekerjaan satu dua hari melainkan sebuah proyek nasional jangka panjang dan terus menerus. “Kerja kita hari ini , menentukan nasib anak cucu kita di masa depan”, ungkap Lebu Raya.

Lebu Raya berharap dengan adanya Rapat Koordinasi dan Sosialisasi ini dapat membawa suatu perubahan dalam diri setiap pribadi. Teridentifikasinya sasaran dan kegiatan di Provinsi NTT dalam rangka Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dan terbentuknya Gugus Tugas GNRM pada Pemerintah Provinsi NTT dan setiap kabupaten/kota.

Revolusi mental, tambahnya, digalakan untuk menjalankan pesan pancasila secara konsisten oleh karena itu marilah kita bahu membahu,bekerja sama, dengan semangat “kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas” untuk NTT lebih baik.

Pada kesempatan itu juga, Asisten Deputi Bidang Koordinasi Jaminan Sosial pada Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Alfredo Sani Fenat mewakili Deputi Bidang Koordinasi Penanganan kemiskinan dan perlindungan sosial dalam sambutanya mengatakan, tujuan dari Revolusi Mental, pertama, mengubah cara pandang, pikir, sikap, perilaku, dan cara kerja yang berorientasi pada kemajuan dan ke-modern-an sehingga indonesia menjadi bangsa besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia; kedua, membangkitkan kesadarn dan membangun sikap optimistik dalam menatap masa depan indonesia sebagai negara dengan kekuatan besar untuk berprestasi tinggi, produktif, dan berpotensi menjadi bangsa maju dengan podasi Tiga Pilar Trisakti; dan ketiga, mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan kepribadian yang kuat melalui pembentukan manusia Indonesia baru.

“Kedepan, tiga nilai yang dikedepankan oleh Revolusi Mental yaitu: integritas, etos kerja dan gotong royong haruslah menjadi budaya kerja kita semua dalam mengabdi untuk bangsa dan negara. Mari wujudkan cita-cita Trisakti yakni menjadikan Indonesia berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan, dapat segera terwujud,” ajak Alfredo Sani Fenat.

Hadir pada kesempatan itu tiga narasumber yakni Fajar Risa Ulhaq (Anggota POKJA Revolusi Mental Nasional), Syudi Rasyid, (Kasubdit, yang mewakili Direktur Kelembagaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bapennas), Hartono (Kasibdit, pengawasan dan Pengembangan pada Ditjen Politik dan PUM Kementrian dalam Negri RI. Moderator pada rapat tersebut yakni Asisten Deputi Bidang Koordinasi Jaminan Sosial pada Kementrian, Alfredo Sani Fenat. **

Editor: Erny

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

80 + = 89