gub-nttGubernur NTT, Frans Lebu Raya (kiri). (Foto: Biro Humas Setda NTT)

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Memasuki penghujung tahun anggaran 2015 ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat inspirasi baru untuk memberikan perhatian lebih kepada Kota Kupang sebagai Ibukota Provinsi NTT.

Perhatian lebih yang dimaksud adalah dengan mempercantik wajah Kota Flamboyan ini dengan sejumlah kebijakan, sebagaimana terkuak dalam bincang-bincang dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTT, Andre W. Koreh, di ruang kerjanya, tiga pekan silam.

Kata dia, rencana dari dinas yang dipimpinnya itu telah dipresentasekan kepada Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, sebulan yang lalu di ruang kerja beliau dan mendapat apresiasi positif.

“Pak Gubernur setuju kita jadikan Kota Kupang sebagai Kota Flamboyan. Maksudnya, kita perindah kota ini dengan perbaikan jalan, drainase, penyediaan air bersih, pembangunan jogging track di sejumlah ruas jalan, pembangunan restoran di atas laut tepat di depan hotel Aston dan Pasar Ikan, penanaman Pohon Flamboyan di rumah-rumah penduduk dan di sepanjang ruas jalan yang ada,” katanya.

Andre juga mengurai filosofis Kota Kupang sebagai Kota Flamboyan, atau dalam bahasa masyarakat Kota Kupang sebagai Kota Sepe. Menurut sosok yang diprediksi kelak bisa jadi orang nomor dua di Provinsi Kepulauan ini, yang dimaksudkan dengan flamboyan lebih pada makna perubahan paradigma pelayanan kepada masyarakat berupa pelayanan yang cepat, tepat, ramah, elok, dan murah senyum.

“Kita ingin menangkap peluang filosofis kebijakan Nawacita dari Presiden Joko Widodo. Dalam artian, ada perhatian cukup signifikan berupa alokasi anggaran kepada provinsi-provinsi yang masuk kategori tertinggal di Indonesia. Oleh karena itu, kita akan ajukan proposal yang logis dan menyentuh sehingga dapat diapresiasi dengan baik,” bebernya lebih lanjut.

Andre juga tak menampik bakal muncul kecemburuan dari kabupaten-kabupaten di provinsi seribu pulau ini. Menurutnya, selama ini perhatian telah diberikan secara merata di seluruh kabupaten. Untuk dua tahun terakhir ini, kita ingin jadikan Kota Flamboyan sebagai barometer semua kebijakan pembangunan di NTT.

“Kota Flamboyan tidak lagi sekedar sebagai Ibukota Provinsi di atas kertas, tapi mesti flamboyan dalam semua bidang pembangunan, dan karenanya bisa memberikan roh atau spirit positif kepada dunia usaha untuk menanamkan modalnya di NTT,” pungkasnya. **

Penulis: Vincent

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

26 + = 30