Jonas-Salean-Hermanus-Man-copyWali Kota Kupang Jonas Salean dan Wakil Wali Kota Hermanus Man.

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Menyusul terjadinya Krisis Listrik di Kota Kupang dalam seminggu terakhir yang membuat warga Kota Kupang resah karena pemadaman listrik tidak mengenal siang atau pun malam dengan durasi waktu yang cukup panjang mencapai 6 sampai 8 jam, Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man meminta Perusahan Listrik Negara (PLN) Cabang Kupang dapat memangkas durasi pemadaman menjadi singkat atau berkisar 3 jam saja.

“Sesuai penjelasan manager areal Kupang, Maria Goreti kepada dirinya, pemadaman yang sering terjadi karena kerusakan pada Travo milik PLN di Kelurahan Maulafa dan masalah temperatur ekstrem yang melanda Kota Kupang dalam bulan terakhir ini. Dari masalah kerusakan travo dan temperatur meningkat pada mesin produksi, PLN kehilangan daya sebesar 23 Mega Watt, padahal saat ini daya yang tersedia dari hasil produksi tenaga pembangkit cuma 58 mega watt, sehingga daya tersisa cuma 35 mega watt dan tidak mencukupi kebutuhan pelanggan di Kota Kupang,” kata Man sesuai penjelasan Manager PLN Areal Kupang, Maria Goreti, saat dilakukan Jumpa Pers, di ruang kerjanya, Kamis (19/11/15).

Akibat dari minus daya tersebut, tambahnya, pihak PLN harus melakukan pemadaman bergiliran minimal 8 jam sehari karena minus listrik sebanyak 30 persen lebih.

“Beruntung kehadiran MA PLN Maria Goreti diruangan saya hari ini menjelaskan bahwa pihak PLN telah memperbaiki salah satu mesin yang rusak, dan saat ini mesin itu sudah kembali beroperasi dan bisa memproduksi tambahan daya listrik sebesar 14 mega watt dan minus listrik di Kota Kupang hanya tersisa 10 persen,” ata Man.

Dengan tambahan daya sebesar 14 megawatt, katanya, pemerintah Kota Kupang telah meminta kepada pihak PLN agar jam pemadaman yang biasanya selama 8 jam harus dikurangi menjadi tiga jam saja, agar tidak membuat warga Kota semakin resah. Menurutnya, hampir setiap hari warga datang mengadi ke pemerintah soal pemadaman listrik dan kepada pihak PLN dirinya meminta agar pemadaman hanya dibatasi tiga jam saja.

Menanggapi keinginan dari Wakil Wali Kota Kupang, Manajer Areal PLN Cabang Kupang Maria Goreti mengaku dengan penambahan 14 megawat pasca diperbaikinya salah satu mesin produksi, dirinya yakin bahwa jam pemadaman bisa dikurangi sesuai permintaan Wakil Wali Kota. Maria Juga mengaku bahwa krisis listrik di Kota Kupang akan segera berakhir mengingat sebentar malam (Kamis malam ini) pihak PLN telah mendatangkan salah satu mesin pembangkit dari Bangka Belitung. Mesin itu akan segera dioperasikan dalam waktu empat hari mendatang kalau tidak ada halangan, dengan beroperasinya mesin tersebut, maka total ketersediaan daya di Kota Kupang akan menjadi 85 megawatt sehingga pemadaman bergiliran tidak akan terjadi lagi karena Kota Kupang akan mengalami surplus listrik.

“Mudah-mudahan tidak akan ada halangan sehingga mesin itu bisa beroperasi empat hari mendatang dan pemadaman bergiliran segera berakhir,” pungkas Maria. **

Penulis: Nyongki
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 + 2 =