MORAL-POLITIK.COM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperjuangkan perolehan proyek-proyek infrastruktur berskala besar, sebagai konsekuensi spirit Presiden Joko Widodo yang bernama Nawa Cita, terutama pada point ketiga, “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”.

Dalam euforia perdebatan antara tokoh pemuda Flores Timur dengan Dewan Perwakilan Rakyat Darah (DPRD) Provinsi NTT terkait rencana pembangunan Jembatan Palmera yang menghubungkan Larantuka dengan Adonara, ternyata di Kota Kupang, Ibukota Provinsi NTT, telah dibangun sebuah proyek jalan tol, di Kelurahan Kolhua, yang menelan dana Rp. 235.500.000.000.

Pantauan langsung moral-politik.com di lokasi, Sabtu (14/11/2015) petang sekira pukul 16.45, di papan proyek tertulis Pembangunan Jembatan Petuk 1 (320 M) Ruas Lingkar Luar Kota Kupang, dikerjakan Hutama – Bunga Raya.Jo, anggaran Rp. 235.500.000.000, sumber dana APBN Murni, panjang efektif 320 M, waktu pelaksanaan 500 hari kalender (23/9/2015 s/d 5/2/2017), masa pemeliharaan 180 hari kalender, pengguna jasa PPK Oesapa-Batas Kota Soe, penyedia jasa Hutama – Bunga Raya.Jo, konsultan supervisi PT. Indeks Internusa.

Sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT Andre W. Koreh, di ruang kerjanya, Jumat (13/11/2015) petang mengatakan, pihaknya sementara merancang dan memperjuangkan dana untuk pembangunan jalan tol Kota Kupang – Kabupaten Belu.

“Kita berdoa saja agar pusat menyetujui proposal yang pemprov NTT ajukan. Jika telah diresmikan, perjalanan Kota Kupang – Belu hanya ditempuh dalam waktu tiga jam,” kata mantan Kepala Biro Penyusunan Program pada Sekretariat Daerah Provinsi NTT ini optimis.

tol

Andre juga berujar, pembangunan akan diupayakan secara merata di NTT. Jika di Flores Timur mendapat Jembatan Palmerah, di daratan Timor mendapat Jalan Tol, kita lihat nanti di Sumba Raya bisa dapat proyek apa.

“Semuanya melalui suatu proses. Kita tunjukkan dulu kinerjanya. Jika bagus maka apapun yang kita minta bisa dikabulkan oleh Pemerintah Pusat,” terangnya.

Mantan pemangku jabatan eselon III pada Bappeda Provinsi NTT ini juga berharap dukungan dari semua pihak untuk menjaga iklim perpolitikan yang kondunsif, sehingga citra diri NTT selalu positif.

“Ini baru dari instansi yang saya pimpin, belum dari Dinas Perhubungan NTT yang berencana membangun sejumlah dermaga dan bandara. Begitupun dengan Badan Perbatasan bekerjasama dengan Jakarta yang akan membangun sejumlah proyek di Motaain, Kabupaten Belu, dan di Soai/Kobalima, Kabupaten Malaka,” pungkasnya. **

 

Penulis: Vincent

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

74 − 71 =