jefry-un-banunaek-1Jefri Banunaek. (seputar-ntt.com)

MORAL-POLITIK.COM – Tampaknya aksi penolakan terhadap rencana pembangunan Jembatan Palmerah di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), segera memasuki babak kepala dingin alias berakhir.

Sinyal kearah itu sangat mengemuka manakala wakil rakyat yang awal-awalnya menyatakan menolak mentah-mentah rencana pemerintah pusat atau Jakarta dimaksud, menjadi setuju atau mendukung. Hal tersebut menyata usai dikeluarkannya pernyataan dari Anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTT Jefri Banunaek.

Dirinya malah merasa kesal dengan aksi protes dari puluhan orang muda dan mahasiswa Kota Kupang yang katanya mewakili masyarakat Flores Timur, yang tergabung dalam Aliansi Satu NTT. “Jangan cemburu terkait pembangunan jembatan Palmerah di Kabupaten Flotim,” ungkapnya.

Malah Jefri menuturkan bahwa Ini kan untuk membangun NTT, bukan karena ada kepentingan sehingga kita mendukung pembangunan jembatan yang rencananya bakal menelan anggaran sebesar Rp. 5, 1 Triliun itu.

“Dengan kedatangan teman-teman dari Aliansi Satu NTT, kata dia, dirinya mengapresiasi dan tetap mendukung itu,. “Kan mereka punya hak untuk menyampaikan pendapat masing-masing,” kata dia kepada moral-politik.com, di ruang kerjanya, Rabu (12/11/2015) siang.

Karena itu, dia menegaskan, silahkan mereka mau demo atau menyampaikan aspirasi. Itu tidak ada persoalan. Kemudian, tambahnya, yang perlu saya sampaikan bahwa jangan provokasi saja dari belakang, dan jangan merasa kecemburuan dengan persoalan ini, mari kita berpikir secara nasionalisme.

Jefri menjelaskan, apa yang di sampaikan teman-taman wajar-wajar saja dan kita bukan datang sebagai wakil rakyat tapi secara aspirasi dan sebelumnya teman-teman juga harus memahami juga.

“Bukan karena itu adalah kampung pak Gubernur Frans Lebu Raya baru kita harus membangun Flores, dan kita harus menjaga pak gub juga dalam hal ini untuk membangun NTT,” pungkasnya. **

Penulis: Semar
Editor : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

28 − 21 =