telukIlustrasi.

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Sesuai rencana, besok, Selasa (1/12/2015) pemerintah kota (Pemkot) Kupang akan mengakhiri perjanjian kerja sama dengan manajamen pengelola Restaurant Teluk Kupang, karena pihak Teluk Kupang tidak memenuhi perjanjian yang ada di dalam kontrak kerja bersama pemerintah.

“Besok (Selasa red) kami akan menutup dan meminta pengelola Teluk Kupang segera meninggalkan lokasi tersebut, dan tidak ada lagi perpanjangan ijin dari pemerintah,” ujar Wali Kota Kupang Jonas Salean kepada moral-politik.com, di Kota Kupang, Senin (30/11/2015).

Salean mengatakan, kesabaran pemerintah sudah habis karena pihak Manajemen Teluk Kupang telah berkali-kali ingkar janji soal piutang yang akan dilunasi. Menurutnya pihak Teluk Kupang telah menumpuk utang kepada Pemkot Kupang baik itu untuk sewa lahan maupun pajak restaurant, dan PBB yang jumlahnya sudah mencapai ratusan juta rupiah, namun hingga kini belum dilunasi, padahal pemerinta sudah memberikan keringanan selama beberapa kali.

“Sebenarnya kontrak sudah diputus pada awal tahun 2015 lalu. Namun karena pihak pengelola Teluk Kupang meminta dispensasi untuk pelunasan utang maka pemerintah menyanggupinya dan mereka dikasih kesempatan hingga bulan Juli 2015. Kemudian sampai bulan Juli pihak Teluk Kupang tidak kunjung melunasi hutangnya, namun pemerintah batal memutus kontrak karena sudah banyak warga Kota Kupang yang mem-booking tempat tersebut untuk acara nikah dan berbagai kegiatan hingga bulan November ini. Tapi hingga kini pihak Teluk Kupang bukannya melunasi hutangnya dan siap keluar dari lokasi, malah mereka masih menerima orderan hingga bulan Desember ini. Atas dasar itu pemerintah tidak akan lagi memberikan toleransi dan besok pemerintah akan menutup restaurant tersebut,” tegas dia.

Pada kesempatan yang sama, Salean meminta maaf kepada warga yang telah mem-booking tempat di Teluk Kupang untuk berbagai kegiatan acara, karena pemerintah tidak bisa lagi mentolerir pihak pengelola Teluk Kupang yang tidak pernah menepati janji, tapi selalu menerima orderan untuk mencari keuntungan. **

 

Penulis: Nyongki
Editor  : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

60 − 50 =