joggingPembangunan drainase dan jogging track di Kelurahan Oebobo, Kota Kupang, Sabtu (14/11/2015). (Foto: Ist)

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Memeriahkan Hari Bakti Pekerjaan Umum (HBPU) ke-70, Kamis (3/12/2015) mendatang, Andre W. Koreh bersama jajarannya sangat fokus untuk melaksanakan sejumlah proyek yang membutuhkan perhatian lebih.

“Pelebaran jalan, membangun drainase multy fungsi karena bisa dimaanfaatkan juga sebagai area jogging track, akan dikebut sehingga selesai sebelum berakhirnya tahun anggaran 2015 ini,” ujar Kepala Dinas PU Provinsi NTT, Andre W. Koreh kepada moral-politik.com, di ruang kerjanya, sebulan yang lalu.

Dengan selesainya pengerjan drainase dan jogging track, diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Wali Kota Kupang Jonas Salean dan jajarannya sebagai area jalan santai selama 24 jam.

“Keuntungan dari jogging track, warga Kota Kupang, dan wisatawan yang berusia di atas 50 tahun, atau mereka yang menderita sakit tertentu tak perlu khawatir dengan keselamatannya. Sebab di area ini bukan diperuntukkan bagi pengendara sepeda, apalagi sepeda motor,” rinci dia.

Andre menuturkan, inspirasi membangun jogging track diperolehnya ketika melakukan study banding di negara Jepang. Di negeri Sakura ini, penghormatan terhadap pejalan kaki sangat tinggi. Selain itu, penghormatan juga diberikan kepada mereka yang bersepeda dayung.

“Polisi tak perlu mengawal atau mengawasi, sebab kesadaran berlalu lintas di negeri yang pernah menjajah Indonesia lebih dari 3,5 tahun ini sangat flamboyan,” tambahnya.

Mimpi Pemrov NTT sebagaimana telah disepakati oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya berupa pembenahan drainase dan jogging track di Kota Flamboyan ini, kata dia, akan dikerjakan selama tiga tahun anggaran, atau hingga tahun 2017 mendatang.

Mantan Ketua KNPI NTT ini berharap, Jonas Salean dan jajarannya dapat menangkap peluang jogging track sebagai salah satu obyek dan daya tarik wisata (ODTW) strategis. “Perlu dipikirkan untuk diprogramkan Wisata Jogging Track di tahun anggaran 2016 mendatang,” tukasnya.

Ketika disinggung apakah perhatian serupa juga akan diberikan kepada kabupaten-kabupaten di NTT, Andre tersenyum. “Kami lakukan itu sebagai spirit atau dukungan moral kepada Bupati/Wakil Bupati untuk mencontohinya. Kan masing-masing punya APBD, tinggal ada tidak political will dan good will,” pungkasnya sembari tersenyum. **

 

Penulis: Vincent

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 + 1 =