Home / Populer / Kasus Antam bisa dibentuk Pansus

Kasus Antam bisa dibentuk Pansus

Bagikan Halaman ini

Share Button
napitupuluAdian Napitupulu. (tribunnews.com)

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Kunjungan Kerja (Kunker) komisi VII DPR RI ke Antam, Pongkor, Jumat (9 Oktober 2015) yang lalu dihadiri enam anggota DPR RI yaitu Dito Ganinduto (Ketua Tim), Falah Amru, M Nasir, AH Toha, Bambang H, dan Adian Napitupulu. Kunker ini dibicarakan juga soal masalah Gurandil di Pongkor. Komisi VII juga datangi desa Ciguha, tempat 400 lebih bangunan masyarakat yg di bongkar dan beberapa di bakar.

Dalam pembicaraan dengan Dirut Antam, Komisi VII pertanyakan ada tidaknya surat perintah Pembakaran (SP), jika tidak ada SP sangat bisa dikategorikan pelanggaran HAM. DPR pertanyakan juga kenapa yang ditangkap hanya masyarakat tapi oknum-oknum Antam dan bandar-bandar besar jual beli emas sejak 20 tahun lalu tidak ada yang ditangkap. Jika kerugian yang dialami Antam sampai Rp 1 Triliun pertahun atau Rp 20 Triliun sejak beroperasi maka pembiaran terhadap bandar besar “pencurian” itu selama 20 tahun merupakan kejahatan besar.

Sebagaimana siaran pers yang dikirim kepada moral-politik.com, untuk 22 masyarakat yang ditangkap maka Komisi VII akan koordinasi dengan Komisi III DPR RI agar hak-hak tersangka termasuk hak menyampaikan penangguhan penahanan bisa diberikan.

Sedangkan terkait upaya pemberdayaan masyarakat, pihak DPR meminta Antam untuk berkoordinasi dengan Bupati dan ESDM terkait dengan ijin pertambangan rakyat agar rakyat tetap bisa tetap mencari emas namun tidak dikejar dan dianggap sebagai pencuri.

Pihak DPR juga mengaku akan memanggil Dirut dan jajaran Direksi Antam untuk pembicaraan selanjutnya di DPR RI. Jika dalam temuan-temuan dari hasil kunjungan kerja ditemukan pelanggaran-pelanggaran baik dalam operasional maupun keuangan maka tidak tertutup kemungkinan DPR akan menindaklanjuti sampai pada Audit Investigasi maupun pembentukan Pansus seperti Pansus Pelindo atau Panja bersama komisi-komisi terkait.

Baca Juga :  Ahok mangkir dari duet dengan Rhoma Irama

Usai pertemuan, rombongan DPR mendatangi ratusan masyarakat di kantor Desa Bantar Karet. Dalam kesempatan itu masyarakat serta isteri-isteri dari masyarakat yang ditahan juga berkesempatan sampaikan aspirasinya secara langsung kepada anggota DPR. **

Editor: Erny

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button