hajiHajah Martang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang, Selasa (3/11/2015). (Semar)

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang menggelar persidangan kasus penikaman yang melibatkan terdakwa Hajah Martang alias Hajah Mare, yang berdomisili di RT. 02. RW. 01, Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (3/11/2015).

Sidang itu dipimpin langsung oleh Ketua Majelis hakim Ida Ayu A. D, dan dua hakim anggota Jamser Simanjuntak, dan Andy E. Viyata. Turut hadir Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lala Sirega. Sementara terdakwa didampingi penasehat hukum Erik Jaha dan Erens Kause.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan yang dilakukan JPU mendakwa pelaku terdakwa dengan Pasal 351 KUHP ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat.

Dakwaan yang dibacakan Lala Sirega menguraikan perbuatan terdakwa yang menikam korban, Omrianus Mesak pada 22 Agustus lalu, yang katanya terbukti secara sah melanggar Undang-Undang, khususnya Tindak Pidana Penganiayaan Berat dengan hukuman penjara minimal lima tahun penjara.

Bukti-bukti tersebut telah tercantum dalam hasil Visum et Repertum yang dikeluarkan pihak Rumah Sakit Bhayangkara Kupang.

Menanggapi dakwaan itu, kuasa hukum terdakwa, Erik Jaha dan Erens Kause mengatakan akan menolak dakwaan JPU terutama dakwaan ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat dalam pengajuan esepsi.

Mereka juga menilai kinerja JPU yang tidak cermat dalam menulis tanggal dakwaan. Hal ini menurutnya, secara formal dakwaan itu seharusnya ditolak majelis hakim.

Sementara terdakwa Hajah Martang,ditemui moral-politik.com usai persidangan mengatakan, tindakan menikam korban sebagai bentuk membela diri dari amukan korban. Karena, selain memolak, korban bersama seorang temannya juga menganiaya suami serta anaknya yang saat itu berada di dalam kios miliknya yang terletak di Bimoku, Kelurahan Lasiana.

“Untuk sidang selanjutnya akan dilanjutkan pada Selasa (10/11/2015) mendatang dengan agenda exepsi,” kata ketua majelis di saat penutupan sidang. **

 

Penulis: Semar
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

31 − = 21