tari ultahPara migran asal Pulau Sumba, NTT, dalam perayaan ulang tahun ke-2 Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) Hong Kong, Minggu (29/11), menyajikan tari perang. Acara diadakan di Gedung Indonesia (Konjen RI) Hong Kong. (Ist)

 

 
HONG KONG – Konsul Jenderal Hong Kong Khalik Akbar meminta para buruh migran di Hong Kong mengasah jiwa wirausaha agar setelah kontrak selesai jangan sampai kembali lagi sebagai buruh migran.

Hal itu disampaikan Konjen Khlalik Akbar ketika memberi sambutan dalam perayaan ulang tahun ke-2, Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) Hong Kong, Minggu (29/11).

Acara dihadiri ratusan migran dan berbagai organisasi migran yang ada di Hong Kong. Kesenian daerah yang ditampilkan, antara lain angklung, tari perang dari Sumba (Nusa Tenggara Timur) dan dangdut.

“Manfaatkan peluang, bagaimana supaya hasil yang diperoleh selama di Hong Kong bisa dikelola menjadi modal,” katanya dalam acara yang diadakan di Gedung Indonesia, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI).

Ketua BaraJP Hong Kong Trismini Sugito mengatakan, Program Semangat Gotong Royong (Segoro) yang dicanangkan para migran, pembangunan perumahan dan pertanian di Kalimantan Tengah (Kalteng), adalah harapan baru.

Perumahan Segoro yang kini tengah dibangun, tanah seluas 162 m2, bangunan 36 m2, dengan harga Rp 85 juta. Ini jauh lebih murah dari program perumahan yang disubsidi pemerintah, luas tanah 90 m2 (maks) dan bangunan 36 m2 harga Rp 128 juta.

“Kita juga membangun pertanian yang bisa cepat menghasilkan seperti tebu, cabe, kolam ikan, jagung dan aneka tanaman lain,” ujar Pembina BaraJP Hong Kong Ferry Alfiand, pengelola Segoro di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng.

“Saya terharu atas kekompakan para migran,” kata Sihol Manullang, Ketua Umum BaraJP. Ia mengingatkan, dalam memperjuangkan hak dan nasib bersama, para migran jangan fanatik kelompok tetapi fokus tujuan. (dd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 + 3 =