trio-ibu

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Dorkas Bau Bunda (74), Warga RT. 027 RW. 007 Kelurahan lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendatangi Kantor PT PLN NTT Cabang Kupang, terkait keputusan melakukan pemadaman listrik secara suka-suka.

Demo yang lakukan ratusan warga secara spontan di Jln. Palapa itu memuntahkan kekesalan karena dalam sepekan terakhir listrik padam di Kota Kupang bertambah parah, yakni hanya menyala dua jam dalam sehari. Sebelumnya listrik malah dua hari nyala satu hari padam.

“Saya bingung, di kota lain listrik sudah normal, tetapi di Kota Kupang sini bertambah parah, dengan alasan klasik, kerusakan mesin dan masa pemeliharaan,” kata Dorkas.

Ratusan warga memadati halaman kantor PLN sambil antri orasi dari setiap perwakilan pendemo yang diterima Manajer PT PLN dengan pengawasan ketat dari aparat kepolisian Mapolres Kupang Kota.

Pertemuan itu tidak membuahkan hasil karena tuntutan warga untuk segera menghidupkan kembali listrik tidak bisa dipenuhi PLN, bahkan warga minta kepastian dan kompensasi agar pembayaran rekening listrik dikurangi akibat pemadaman listrik tersebut.

“Kami minta komitmen PLN, kalau tetap tidak bisa membuat keputusan, lebih baik Bapak (Manajer PLN) mundur saja,” kata Nenek Dorkas.

Senada dengan Nenek Dorkas, Marince Lasi (65), warga Kelurahan Oeba memuntahkan kesalnya. “Akibat listrik mati hidup setiap hari barang-barang elektronik di rumahnya sudah terbakar seperti Kulkas, TV, Lampu, dispenser, sambungan listrik terangus dan saya mendatangi kesini hari ini Jumat (20/11/2015) meminta pihak PLN untuk ganti rugi,” kata dia.

Menurut Marince ini semuah akibat listrik mati hidup sehingga barang elektronik di rumah saya semuah angus, oleh karena itu saya minta PLN agar mengganti kerugian segera. **

Penulis: Semar
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

49 + = 51