tol3Proyek Jalan Tol Lingkar Luar di Kota Kupang, Sabtu (14/11/2015). (Linbuk)

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Spirit perjuangan Presiden Joko Widodo yang diujarkan sewaktu masa kampanye calon presiden yaitu Nawa Cita menjadi catatan tersendiri bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTT Andre W. Koreh kepada moral-politik.com, di ruang kerjanya, Jumat (13/11/2015) petang berujar, dirinya telah berkonsultasi dengan Gubernur NTT Frans Lebu Raya agar mulai memikirkan usulan kepada pemerintah pusat (baca: Jakarta) untuk pembangunan jalan tol Kota Kupang – Kabupaten Belu.

“Tolok ukurnya jelas, kita beranjak dari Nawa Cita Bapak Presiden Jokowi yang ketiga: “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan,” ujar dia kalem.

Ungkap Andre, jika diperkenankan dibangunnya jalan tol Kota Kupang – Kabupaten Belu maka akan semakin memerlancar arus transportasi orang dan barang. Selain itu adalah bagian dari pemerataan pembanguna dan hasil-hasilnya. Sebab, tambahnya, di Flores Timur dibangun Jembatan Palmera dengan menelan anggaran sekitar Rp. 5,1 Triliun, maka tak ada salahnya untuk daratan Timor kita pikirkan pembangunan jalan tol.

tol4

“Embrionya sudah ada yaitu jalan lingkar luar Kolhua – Penfui. Bisa saja kita sambungkan dari Penfui ke Belu, paling strategis bibirnya di perbatasan dengan negara Timor Leste yaitu di Motaain,” jujurnya.

Mantan Ketua KNPI NTT ini sangat optimis bahwa proposal yang bakal diajukan kepada Jakarta bakal disetujui, karena NTT sangat strategis dalam posisinya yang berbatasan dengan Timor Leste, juga dengan Australia.

“Jalan tol tersebut akan semakin memperlebar hubungan bilateral antara Indonesia, Timor Leste, dan Australia. Keuntungan lainnya, wisatawan mancanegara bisa masuk ke NTT melalui dua pintu sekaligus yaitu Australia dan Timor Leste,” logikanya.

Andre sangat optimis dengan logikanya. Sebab Sumatera bisa dapat jalan tol, kenapa NTT tak bisa memperolehnya? Itu makanya dia harap dukungan doa dari semua warga NTT agar mimpi itu bisa terkabulkan dengan baik di tahun anggaran 2016 mendatang. “Jika meleset, taruhlah kita bisa beruntung di tahun anggaran 2017,” pungkasnya sembari tersenyum. **

 

Penulis: Vincent

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 5 = 3