usikPebalap Repsol Honda asal Spanyol, Marc Marquez, berbicara kepada wartawan dalam jumpa pers di Sirkuit Ricardo Tormo, Kamis (5/11/2015).

 

 

MORAL-POLITIK.COM – “Konspirasi” dua pebalap Spanyol, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, terhadap Valentino Rossi mengusik nasionalisme di Italia.

Dampaknya, dua sponsor asal Italia memutuskan menarik dukungannya masing-masing buat Lorenzo dan Marquez.

Manufaktur jam Sector No Limit telah diberitakan sebelumnya tidak mau melanjutkan kontrak dengan Lorenzo musim depan.

Berita terbaru yang beredar dari media Italia menyebutkan, perusahaan busana Gas Jeans yang selama ini jadi sponsor Marquez bakal melakukan hal yang sama.

Pada seri terakhir GP Valencia, Rossi mau tidak mau harus menerima Lorenzo sebagai juara dunia MotoGP 2015.

Tetapi, menurut dia, gelar Lorenzo didapat karena mendapat “pengawalan” Marquez selama balapan.

Kecurigaan atas niat jelek Marquez sudah diungkapkan Rossi sejak GP Australia.

Autoevolution, Rabu (11/11/2015), mengatakan, keputusan dua sponsor itu bukan karena masalah yang terjadi di trek, tetapi dinilai dari imbasnya pada bisnis.

Bila masih mendukung Lorenzo dan Marquez, kedua perusahaan takut diasosiasikan menentang Rossi yang bisa berarti melawan Italia.

Kondisi semakin panas setelah jurnalis asal program televisi “Le lene” memerintahkan pengacara mereka melakukan tindakan legal atas tuduhan penyerangan oleh Marquez.

Kedua jurnalis mengklaim bahwa kejadian sebenarnya terbalik.

‘Omongan Rossi menghina saya’

Pebalap tim Honda Repsol, Marc Marquez mengaku terhina dengan tuduhan pebalap Yamaha Movistar Valentino Rossi yang menyebut dirinya setengah hati menantang Jorge Lorenzo.

Marquez -juara MotoGP 2014- menempati posisi dua di belakang Lorenzo di GP Valencia, Minggu (08/11/2015).

Sepanjang lomba ia dianggap tidak berniat untuk mengejar dan mendahului Lorenzo yang akhirnya menjadi juara dan merebut gelar juara MotoGP 2015.

Saat naik podium, Marquez mendapat cemooh dari sebagian penonton yang menganggap dirinya terlalu memberi jalan buat Lorenzo.

Kata Rossi, kemenangan Lorenzo tak lepas dari bantuan Marc Marquez.

“Jorge pantas menjadi juara dunia, tetapi ini bukan kemenangan yang sesungguhnya karena sesuatu yang salah terjadi di sini. Lorenzo tidak akan bisa bahagia,” tutur Rossi.

Namun ia menolak tudingan Rossi.

“Tentu saya menghormati semua pendapat, saya menerimanya saat kalah atau pun menang,” kata Marquez.

Marc Marquez saat beraksi di Lintasan balap.

“Namun dengan mentalitas saya, saat ada orang menuduh anda tidak berusaha untuk menang, anda hanya ingin mempermalukan orang lain. Tentu, saya merasa terhina,” kata Marquez.

“Setiap kali turun ke jalur balap, saya memberikan 100 persen. Saat latihan saya berikan 100 persen, begitu pun saat berlomba.”

“Saya selalu melakukan hal ini dan akan tetap melakukannya,” lanjut Marquez.

Marquez sendiri sudah membayangkan hal ini akan ia hadapi, bahkan sebelum lomba dimulai.

“Bagi saya dan Dani (Pedrosa) lomba ini penuh tekanan. Kami tahu bahwa hasil ini (di belakang Lorenzo) dapat terjadi dan jika itu terjadi akan memancing komentar banyak orang.”

‘Pertama kali saya diperlakukan seperti ini’

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez balik mengecam tudingan yang menyebut dirinya terlibat konspirasi dalam beberapa balapan MotoGP.

Ia juga marah atas tudingan yang mengatakan dirinya menjadi pengawal Jorge Lorenzo saat menang di Sirkuit Ricardo Tormo lalu menjadi juara dunia tahun ini.

Ia menilai, tuduhan yang menyebut ia tak mau menyalip Jorge Lorenzo di beberapa kesempatan adalah penghinaan besar.

“Menuduh saya tak mengeluarkan seluruh kemampuan adalah penghinaan, tidak ada rasa hormat sama sekali. Saya berusaha memenangkan lomba tapi malah dituduh mengawal Lorenzo. Saya pikir Lorenzo adalah pemenang yang layak,” kata Marc Marquez seperti dilansir Mundo Deportivo.

Marc Marquez juga bingung atas reaksi para penonton di Valencia yang menyorakinya saat menaiki podium juara.

“Saya mendapat cemooh di podium. Ini pertama kalinya saya mendapat perlakukan seperti itu. Situasi ini rumit, padahal saya telah mengeluarkan 100 persen kemampuan saya,” katanya. **

Editor: Rendy Adrikni Sadikin/Erny
Sumber: Kompas.com/Tribunnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

89 + = 95