cover depanCover Majalah Bakti PU NTT, bagian atas Maket Jembatan Palmerah. (Ist)

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Kontroversi rencana pembangunan Jembatan Palmerah yang menghubungkan Larantuka-Adonara belum redah jua. Apanya yang salah?

Terang pikir positif selalu bilang bahwa pro-contra bukan hal tabu dalam berdemokrasi di negara mana saja. Namun jika besaran uang yang selalu menjadi indikator kesenjangan antardaerah, kapan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa merapat maju, sama dengan provinsi lainnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini?

Dalam diskusi lepas atau istilah Kupang “Omong Enak” dengan Gubernur NTT Frans Lebu Raya melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTT Andre W. Koreh di ruang kerjanya, sebulan silam, terungkap alasan fundamen mengapa Frans Lebu Raya ngotot untuk memperjuangkan dana bagi pembangunan Jembatan Palmerah itu.

Kata Andre, bukan karena Pak Gubernur itu orang Flores Timur kelahiran Adonara sehingga bermimpi untuk membangun jembatan disana, tapi visi kedepannya yang bikin kami tancap gas untuk meraih dukungan politik dan moneter dari pemerintah pusat dalam hal ini Bapak Presiden Joko Widodo.

“Bu, coba pelajari betapa fenomenalnya Jembatan di San Fransisco yang bernama San Francisco Golden Gate Bridge, jembatan penghubung Kota San Francisco dan Tanjung Marin. Akhirnya jembatan itu menjadi salah satu bangunan infrastruktur paling spektakuler di dunia,” katanya kalem.

Andre benar. Jika menelisik sejarah panjang rencana pembangunan San Francisco Golden Gate Bridge penuh dengan kontroversi—bahkan sepertinya kontroversi itu takkan usai-usainya hingga kapanpun.

Catatan liputan6.com bilang, San Francisco Golden Gate Bridge, jembatan penghubung Kota San Francisco dan Tanjung Marin menjadi salah satu bangunan infrastruktur paling spektakuler di dunia.

meraJembatan Bay Bridge, jembatan yang menghubungkan kota Oakland dan San Francisco.

Tak hanya karena pernah menjadi jembatan terpanjang di dunia, tapi bangunan tersebut tercatat sebagai salah satu tempat faforit untuk bunuh diri.

Sebelumnya, banyak orang yang meragukan mimpi membangun jembatan tersebut akan terwujud. Tapi lihat, sekarang jembatan tersebut menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia modern.

Pembangunannya memang menelan waktu hingga empat tahun. Para pekerjanya bekerja keras membangun Golden Gate sambil berperang melawan kencangnya angin, kelamnya kabut, bebatuan, dan berbagai guncangan yang menimpa.

Terdapat banyak fakta unik yang menghiasi megahnya pembangunan jembatan tersebut. Sebanyak 3 bayi pernah dilahirkan di sana, yang uniknya semua berkelamin laki-laki.

Setiap tahun, pemerintah kota mengeluarkan anggaran untuk membeli 10 ribu galon cat untuk mengembalikan warna jingga di jembatan tersebut.

Suka atau tidak, peristiwa yang dialami mulai dari perencanaan, pembangunan dan perawatan San Francisco Golden Gate Bridge bakal dihadapi Pemprov NTT. Bukan masalah. Sebab—mana ada pembangunan yang tanpa ekses? Tidur terlalu banyak saja berekses negatif; begitupun dengan makan atau minum terlalu banyak.

Menurut Andre, soal dana tak usah dirisaukan, kita berupaya tangkap peluang konsekuensi dari spirit Presiden Jokowi yang bernama Nawa Cita, khususnya poin ketiga yaitu membangun Indonesia dari daerah pinggiran.

“Jika jembatan Palmerah sudah dibangun, mimpi kita bisa jauh lebih besar lagi. Mungkin jembatan itu bisa masuk 10 keajaiban dunia setelah Pulau Komodo masuk dalam 5 keajaiban dunia, dan San Francisco Golden Gate Bridge masuk dalam 7 keajaiban dunia,” imbuhnya.

Selan itu, katanya, roda perekonomian akan tergerak dengan sendirinya. Sebab—NTT bakal dibanjiri wisatawan mancanegara dan Nusantara untuk melihat salah satu keajaiban dunia tersebut. “Kita bisa saja kewalahan untuk mengurus arus masuk keluarnya wisatawan, penginapan, restoran, dan segala keperluan dari wisatawan,” tambahnya.

colom9Jembatan Bay Bridge, jembatan yang menghubungkan kota Oakland dan San Francisco.

Bayangkan saja, sambungnya, jika Sri Paus Fransiskus berkenan datang ke NTT untuk suatu kunjungan, termasuk ikut acara religi Semana Santa dan mengunjungi jembatan itu, betapa NTT akan mendapat banyak berkah, mulai dari persiapan-persiapan penyambutan hingga ke membludaknya warga dunia yang ingin melihat Sri Paus dari dekat, sekaligus mendapat berkat secara langsung. Itu kan hal yang sangat flamboyan….

Beranjak dari perspektif itu, dirinya berharap agar NTT mesti kompak, jika kita bisa minta dua, tiga, empat, bahkan 10 proyek besar sekaligus kepada Presiden Jokowi, mengapa tidak?

“Sudah saatnya kita singkirkan pikiran cemburu. Kali ini di Flores Timur dapat pembangunan flamboyan, besok lusa daerah lainnya lagi. Kan komitmen kita jelas, setelah Bendungan Raknamo telah dibangun, kita ingin Bendungan Kolhua, kita juga ingin Jalan Tol Kota Kupang – Belu, Jalan Lingkar Luar di Pulau Sumba, Bandara-bandara Internasional, Dermaga-dermaga besar, masuknya kapal-kapal besar untuk mengangkut orang dan barang ke NTT, teratasinya persolan listrik dan telekomunikasi. Semuanya membutuhkan proses, tidak sekali omong langsung jadi,” pungkas Mahasiswa Program Doktoral di Undana ini. **

Penulis: Vincent

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 75 = 81