pausPaus Fransiskus menyampaikan pesannya dalam doa Angelus dari jendela tempat kerjanya yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus, di Vatikan, 8 November 2015.

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Kementerian Pertahanan Perancis, Rabu (11/11/2015), menyebut rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Republik Afrika Tengah (RAT) yang bergolak terlalu berisiko.

Pemerintah Perancis bahkan menegaskan, pasukannya yang bertugas di negeri tersebut tak bisa memastikan keselamatan pemimpin Gereja Katolik sedunia itu.

“Kami sudah memberi saran bahwa (kunjungan) itu sangat berisiko,” kata seorang pejabat yang dekat dengan Menhan Perancis, Jean-Yves Le Drian.

Paus Fransiskus dijadwalkan berkunjung ke negeri yang dikoyak perang antarpemeluk agama itu pada 29-30 November mendatang.

Kunjungan Paus ke RAT adalah bagian dari perjalanannya ke Afrika yang juga akan menyambangi Kenya dan Uganda.

Ratusan ribu umat Katolik dari negara-negara tetangga RAT seperti Kamerun dan Kongo diperkirakan bakal membanjiri negeri itu untuk menyambut Paus Fransiskus.

“RAT adalah negara di mana tentara dan polisinya belum berfungsi maksimal kembali,” ujar pejabat Kemenhan Perancis itu.

Di RAT sebanyak 900 prajurit Perancis, yang merupakan bagian dari 10.800 pasukan PBB dan Uni Afrika, bertugas untuk mengamankan bandara dan menyediakan evakuasi medis jika diperlukan.

“Namun mereka tak bisa berbuat lebih banyak lagi,” pejabat itu menegaskan.

Sedikitnya 61 orang tewas dan lebih dari 300 orang lainnya terluka dalam kekerasan di ibu kota Bangui pada akhir September lalu sebelum pasukan Perancis dan PBB mengintervensi.

Akibat dari kekerasan berkepanjangan membuat satu dari 10 warga RAT kini mengungsi ke luar negeri terutama ke Kamerun, Chad, RD Kongo dan Kongo sejak 2013. **

Editor : Ervan Hardoko/Erny
Sumber : AFP/Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 − 10 =