acehIlustrasi Bencana Tsunami Aceh 2004 yang lalu.

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Mengantisipasi bahaya bencana tsunami di Kota Kupang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang mulai memasang tanda-tanda atau rambu-rambu bahaya tsunami di sejumlah wilayah pesisir Kota Kupang. Rambu-rambu tersebut berisi tentang peta prosedur dan rencana evakuasi bencana tsunami. Rambu-rambu tersebut dipasang di kawasan pesisir mulai dari Lasiana hingga Alak.

“Kota Kupang merupakan salah satu daerah yang rentan dengan bahaya tsunami sehingga saat ini BPBD Kota Kupang melalui pihak ketiga memasang rambu-rambu Tsunami di 248 titik dengan titik kumpul sebanyak 20,” kata Kepala BPBD Kota Kupang, Ade Manafe kepada moral-politik.com di Balai Kota Kupang, Rabu (19/11/2015) yang lalu.

Dirincikannya, dari 248 titik itu terdiri dari 152 buah tiang evakuasi, rambu evakuasi kanan 27 lembar dengan total 54 lembar, rambu evakuasi kiri 78 lembar. Rambu titik kumpul 20 lembar.

“Ini bantuan dari BNPB Pusat untuk kita pemkot Kupang atas permintaan dari kita. Dan pemasangannya ini sesuai dengan lokasi yang telah dilakukan survei sebelumnya. Dan sudah 99 persen dipasang,” katanya.

Dijelaskannya, ada 20 titik kumpul evakuasi apabila terjadi tsunami dan salah satunya yakni tepat di depan kantor Wali Kota Kupang.

“Seluruh daerah pesisir mulai dari Lasiana sampai Alak sudah dilakukan survei termasuk satu tempat kumpul evakuasi di depan kantor walikota kupang, dan titik evakuasi sudah lakukan survei dan hasilnya itu sudah dikirim ke BNPB pusat makaanya diberikan bantuan ini,” tambah sembari menandaskan dengan adanya rambu-rambu tersebut masyarakat sudah bisa memahami jalur-jalur evakuasi dari mana kemana.

“Ini bentuk antisipasi kita apabila terjadi bencana tsunami karena di Kupang merupakan daerah pesisir dan ada potensi itu sehingga ini sebagai antisipasi supaya sebelum terjadi kita pasang rambu-rambu warning itu, supaya begitu masyarakat sudah harus bisa berbuat apa ketika terjadi bencana itu,” katanya.

Dia menghimbau kepada masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya agar pertama-tama dapat mengatahui secara pasti apabila terjadi bencana harus melakukan apa, berkumpul dimana, dan diharapkan sapaya masyarakat bisa menjaga rambu-rambu tersebut dan tidak merusaknya, karena rambu-rambu itu sangat penting.

“Kita harap masyarakat bisa menjaga rambu-rambu itu dengan baik, sehingga menjadi pedoman bagi masyarakat, agar bisa dijadikan petunjuk arah mengamankan dirinya dari tahap pertama,” pungkas Manafe. **

Penulis: Nyongki
Editor : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 + 2 =