sepePohon Flamboyan di Jl. Raya El Tari II, Kota Kupang, Rabu (4/10/2015). (Ist)

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Sepertinya enteng diucap dan diurai menjadi kata, kalimat dan paragrap, tapi operasionalisasinya membutuhkan program yang terencana dan terukur disertai dengan koordinasi tingkat tinggi antara pihak Pemprov NTT dengan Pemkot Kupang, sebab kewenangan yang diberikan oleh regulasi kepada kedua daerah ini berbeda satu dengan yang lainnya.

Kendati begitu, Andre mengakui bahwa instansi yang dipimpinnya itu telah berkoordinasi dengan pihak Pemkot Kupang yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Kupang, Jonas Salean, dan pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPPD).

“Kami ajukan konsep yang bakal diimplementasikan di Kota Kupang, kemudian mendapat repons dari Pak Wali dan jajarannya. Implikasinya akan ada penandatanganan MoU (Memory of Understanding) antara Pemprov NTT dengan Pemkot Kupang,” jelas dia ketika disentil soal perbedaan kewenangan antara dua daerah otonom itu seturut regulasi yang berlaku.

Draf MoU sudah kami siapkan, tinggal menanti waktu yang tepat untuk dibahas bersama, lalu direncanakan waktunya yang elok guna penandatanganannya.

Manakala disentil kemungkinan-kemungkinan perhatiannya yang tergolong unik itu ada kaitannya dengan niatnya mengambil bagian dalam perhelatan politik terakbar di Kota Kupang; pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) pada 2017 mendatang, mantan Ketua KNPI NTT ini menepisnya tegas-tegas. Kata dia, jikalau semua niat baik untuk memajukan daerah dikait-kaitkan dengan perpolitikan, kapan kita bisa melakukan sesuatu yang terbaik untuk Ibukota Provinsi NTT ini?

 

andre-kKepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT, Andre W. Koreh. (Ist)

“Bu, Beta ini masih 10 tahun lagi baru memasuki usia pensiun sebagai PNS. Jadi untuk apa lari ke medan politik. Bersyukur saja dengan apa yang ada ketika kini,” katanya kalem dalam retorika orang Kupang.

Jika sudah pensiun pun, tambahnya, dirinya tak ingin masuk ke ranah yang di luar dari mimpinya itu. “Beta kepingin istirahat saja, Bu,” tukasnya.

Andre yang kini sedang mengenyam pendidikan program doctoral di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ini mengurai lebih lanjut soal mengapa Pemprov ingin merubah wajah Kota Kupang.

“Dalam pertemuan dengan Pak Gubernur di ruang kerjanya, Beta presentasekan alasan mendasar bahwa berhasil tidaknya pembangunan di NTT, kerapkali banyak pihak melihat perwajahan di Kota Kupang,” katanya.

Syukurlah, gumamnya, Pak Gub mengapresiasinya positif.

Sayangnya ketika disentil soal sosok bugil perwajahan Kota Kupang yang tampak tak melalui sebuah perencanaan yang baik, dirinya tersenyum dan memandang ke langit-langit ruang kerjanya yang berwarna putih itu. (bersambung)

 

Penulis: Vincent (Novelis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

23 − 15 =