ak Kepala Dinas PU NTT, Andre W. Koreh, di ruang kerjanya. (Ist)

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Pertanyaan kita di sesi ini adalah apa saja yang mau diperindah dan dicerdaskan oleh Gubernur Frans Lebu Raya?

Andre W. Koreh mengurai, bicara soal keindahan sama halnya kita mesti menata kembali tata kota yang sudah ada. Kendati demikian dirinya menyadari bahwa tak bisa menata secara total, hanya pada bagian-bagian yang bisa dilakukannya, mengingat keterbatasan alokasi dana APBN.

Kita mulai, ujarnya, dari membangun kembali drainase yang telah rusak berat sehingga musim hujan banjir menggenangi sejumlah jalan raya di Kota Flamboyan ini. “Semoga dalam waktu dua tahun persoalan drainase sudah tuntas,” tambahnya.

Mantan Kepala Biro Penyusunan Program Setda NTT ini juga mengurai soal perbaikan jalan raya, dimana jalan yang tampaknya sudah cukup tinggi sehingga bisa menggangu keselamatan arus transportasi orang dan barang akan dikikis hingga rata atau sejajar dengan bagian jalan raya lainnya. Contoh ruas jalan di depan CV Guntur, Jl. W.J.Lalamentik, Oebobo.

Selain itu, dinas yang dipimpinnya juga telah memperbaiki drainase jembatan di depan Gua Lourdes, Lasikode. “Kurang lebarnya drainase di jembatan ini mengakibatkan musim hujan air tergenang tinggi sehingga arus jalan terputus. “Itu tak boleh terjadi. Masak ada ruas jalan di Ibukota Provinsi NTT yang tergenang air hampir setinggi satu meter, menyebabkan jalan mesti tertutup hingga lima jam,” keluhnya.

 

jtPembangunan jogging track di Jalan Raya El Tari Kupang. (Ist)

 

Persoalan lain yang memunculkan keibaan Pemprov NTT hinga mesti turun gunung membantu Pemkot Kupang adalah soal masalah air bersih. Adapun rumusan paradigmanya, “100 persen masyarakat terlayani air bersih, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen terpenuhi sanitasi”.

Mantan Ketua KNPI NTT ini juga menggeleng-gelengkan kepala manakala berujar soal adanya bantuan jaringan air bersih yang telah diserahkan kepada Pemkot Kupang, tapi belum diketahui oleh Wali Kota Kupang, Jonas Salean.

“Sudah dari dua tahun lalu Pemprov NTT menyerahkan bantuan berupa pemanfaatan jaringan air minum yang telah dibangun di Manutapen, kapasitasnya bisa melayani 3.000 sambungan rumah dengan sistem buka kran air bisa langsung diminum,” ungkapnya.

Model air seperti ini juga, ungkapnya, akan diari ke RSU Prof.DR.W.Z.Johannes Kupang sehingga makin meringankan beban manajemen RSU kebanggaan NTT tersebut. ** (bersambung)

 

Penulis: Vincent (Novelis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 6 = 3