ak9Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT, Andre W. Koreh. (Foto: Semar)

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Kota Kupang sebagai Kota Cerdas setidak-tidaknya mulai dipikirkan oleh Pemkot Kupang itu sendiri, sebab Pemprov NTT tak bisa masuk terlalu jauh untuk mengelola semua kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Konsep otonomi daerah telah memberikan ruang gerak masing-masing kepada Pemprov dan Pemkot. Pemprov NTT hanya bisa masuk dalam ranah kapasitas Pemkot jika ada penyerahan sejumlah urusan melalui mekanisme sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Sebagai Kota Cerdas, pembangunan dunia pendidikan mesti menjadi perhatian serius dari Pemkot Kupang. Kata Andre, sudah waktunya Pemkot Kupang memberikan perhatian lebih kepada para tenaga pengajar, mulai dari pemberian kesempatan melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Kota Kupang, megikutsertakan pada pendidikan dan latihan untuk meningkatkan ketrampilan dan kecakapan, dan terakhir memperhatikan kesejahteraannya.

“Tuntutan akan prestasi harus sebanding dengan kesejahteraan yang diberikan kepada para guru ajar,” kata Andre.

Agar pendidikan di Kota Kupang dapat menjawab tuntutan dan tantangan pembangunan, dalam artian output siap pakai, menurut Andre, perlu dibijaksanakan kurikulum muatan lokal, seperti kesenian tradisional, ketrampilan bermain musik sasando, menabuh gong, menenun, membuat cendera mata, pelajaran Bahasa Inggris, pelatihan menjadi pramuwisata (Guide).

“Anak-anak kita perlu diajarkan hal-hal praktis agar kelak bisa menjadi tenaga muda yang siap pakai dan mandiri,” tukasnya.

Ketika ditanya soal sekolah sepak bola, Andre hanya menjawab singkat, “Itu perlu juga, tapi perencanaannya harus benar-benar matang agar tak mubazir.”

Ketika sampai pada bibir bincang-bincang, Tokoh Flamboyam di Kota Flamboyan ini mengutarakan lagi mimpinya, “Jika tahun 2016 sudah dimulai dengan gerakan penanaman anakan Pohon Flamboyan, lima tahun ke depan kota kita ini benar-benar telah flamboyan.”

“Pemerintah Provinsi NTT hanya bisa mendorong Pemkot Kupang dan memberikan bantuan dalam skala terbatas. Selanjutnya terpulang kepada Pemkot Kupang untuk mengapresiasi melalui program-program nyata. Itu berarti, mimpi kita semua warga Kota Kupang bisa menyata di lima tahun kedepan,” pungkas Andre W. Koreh sembari tersenyum. (habis)

 

Penulis: Vincent (Novelis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 3 = 4