bbBernadus Benu

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Sekretaris Kota (Sekot) Kupang, Bernadus Benu, mengaku oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Perpustakaan Daerah Kota Kupang, Yefta Benyamin, yang tersangkut kasus akibat menikah lagi dengan Marleni Dince Benu, salah satu PNS pada Sekretariat Dewan (Sekwan) Kabupaten Rote Ndao, di Gereja Matsio Nunusunu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), padahal Yefta masih mempunyai istri sah bernama Astri Nalenan, saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat.

“Meskipun sudah tertangkap tangan oleh istrinya saat menerima pemberkatan nikah, tapi pemerikasaan harus berjalan dengan menggunakan asas praduga tak bersalah,” kata Bernadus Benu kepada moral-politik.com, di Gedung DPRD Kota Kupang, Jumat (20/11/2015).

Bengu mengatakan, pemeriksaan terhadap Jefta saat ini tengah dilakukan dan jika yang bersangkutan terbukti bersalah maka akan dikenakan sanksi sesuai peratuaran berlaku. Menurutnya, pemerintah tidak pernah mentolerir segala perbuatan dari PNS yang melanggar hukum, dan sanksi yang tegas akan diberlakukan agar menjadi contoh bagi aparatur lain untuk tidak berbuat serupa.

Disinggung soal sanksi yang tepat, Benu mengaku pemeriksaan masih berlangsung dan dirinya belum berani menjamin sanksi apa yang akan diterima mantan lurah tersebut. “Jika nantinya yang bersangkutan terbukti bersalah maka sanksi bisa bermacam-macam seperti sanksi, pemotongan gaji berkala, penurunan pangkat, dan resiko yang terburuk adalah pemecatan,” tambahnya.

Sementara disinggung soal pelanggaran pidana yang membuat Jefta Benyamin sementara berurusan dengan pihak penegak hukum, Sekot mengaku kalau urusan pidana itu urusan keluarga antara Jefta Benyamin bersama istrinya, dan pihak pemerintah tidak mencampurinya. **

 

Penulis: Nyongki
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 4 = 2