putri

 

Pemimpin Hong Kong Leung Chun-ying (tengah) mengenakan kemeja dari bahan endek, tenun khas Bali, bersama istrinya Regina, tiba untuk makan malam bersama anggota APEC di Bali, 7 Oktober 2013.

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Istri Kepala Pemerintahan Hongkong membela putrinya. Dia pun mengkritik media yang memberitakan insiden tentang putrinya yang menampar dia di depan umum.

Leung Chai-yan menampar dua kali ibunya, yang berupaya mendorongnya masuk ke dalam taksi usai menghadiri pesta. Insiden itu terekam kamera pengawas.

Bagaimana pun, kepada media, Regina Leung mengatakan putrinya yang berusia 24 tahun adalah anak perempuan yang lembut dan suka binatang.

Putri tertua Kepala Pemerintahan Hongkong, Leung Chun-ying, ini sebelumnya pernah mengungkapkan secara terbuka tentang hubungannya yang buruk dengan ibunya.

Karena kesalnya, Chai-yan di depan umum sampai menyatakan, “Anda tahu bahwa dia bukan ibu biologis saya yang sebenarnya,” sebagai ungkapan kemarahan.

“Ibu, pergi sana, pergilah,” teriaknya usai perayaan pesta Halloween, Minggu (1/11/2015) subuh waktu setempat.

Regina berupaya mendorong masuk Chai-yan ke dalam taksi. Namun, putrinya melawan dan menamparnya dua kali sebelum pergi dengan taksi lain dengan seorang teman pria.

Rekaman video insiden kemudian menyebar ke internet sampai ayahnya, Leung Chun-ying -seperti dilaporkan situs internet South China Morning Post–menggelar konferensi pers untuk menjelaskan putrinya menghadapi masalah kesehatan dan emosi dalam beberapa tahun belakangan.

Leung juga membantah terjadi kekerasan di dalam rumah tangga, seperti pernah dituduhkan putrinya beberapa waktu lalu. Dia meminta agar khalayak umum memberikan privasi kepada Chai-yan. **

Editor     : Bayu Galih/Erny
Sumber : BBC Indonesia/Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 59 = 60