MORAL-POLITIK.COM – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan tidak ada perintah dari Presiden Joko Widodo untuk mencari M. Riza Chalid yang hari ini sedianya dipanggil Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) itu.

Orang nomor satu di tubuh korps baju coklat itu kembali mengatakan jika pihaknya akan membantu menghadirkan pengusaha minyak itu hanya apabila MKD atau kejaksaan, yang menyelidiki kasus ini, meminta bantuan secara resmi.

“Tapi hingga kini belum ada permintaan itu. Kalau ada, kami akan minta bantuan Interpol untuk mencarinya meski itu tak akan gampang juga karena statusnya masih saksi,” kata Badrodin saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (14/12).

Menurut mantan Kapolda Jatim ini, posisi Reza, berdasarkan informasi yang dikumpulkan Polri, sudah tidak lagi berada di Singapura. Dia telah terbang menuju ke negara lain.

“Keliatannya (Riza Chalid) sudah tidak di Singapura lagi. Ke mananya saya belum bisa sebutkan,” sambungnya.

Reza sendiri sudah keluar dari Indonesia sejak 3 Desember lalu. Dia saat itu diyakini berada di Singapura dan diprediksi bisa saja lalu pergi ke negara lainnya.

Seperti diberitakan Ketua DPR Setya Novanto, Riza Chalid, dan Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Maroef Sjamsoeddin terlibat dalam pertemuan di kawasan Pacific Place pada 6 Juni 2015 itu.

Setya Novanto telah mengakui jika dia mengajak Riza Chalid dalam pertemuan dengan Maroef Sjamsoeddin.

Novanto sengaja mengajak Riza karena curiga dengan Maroef. Pertemuan itulah yang kini dipermasalahkan.

Ada bukti rekaman pertemuan tersebut. Namun Novanto membantah telah mencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla serta meminta saham dalam pertemuan itu.

Presiden Jokowi telah menunjukan keger‎amannya atas pencatutan namanya itu. Jokowi mengatakan tak mengapa dia disebut gila tapi jangan menghina lembaga kepresidenan. **

Penulis: pb
Editor   : erny
Sumber : beritajokowi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

36 − 32 =