Home / News NTT / Akhirnya 3 Tahanan Kabur Berhasil Diendus Polisi

Akhirnya 3 Tahanan Kabur Berhasil Diendus Polisi

Kapolsek Kelapa Lima Kompol Samuel Sumiar Simbolon k

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM –  Tiga orang tahanan Polsek Kelapa Lima yang berhasil melarikan diri dari dalam sel nomor dua pada Rabu 30 Desember 2015 lalu sekira pukul 02.15 Wita, masing- masing Wilem Yohanis Dima alias Bawel, Yustinus Tefa dan Afgi Ridho Faot, sudah berhasil diendus keberadaannya saat ini.

Wilem Yohanis Dima alias Bawel yang diduga sebaga otak pengrusakan pintu terali besi saat ini sementara di Sabu, Yustinus Tefa sementara berada di Oinlasi, Soe, TTS, dan Afgi Ridho Faot sementara berada di Kota Kupang.

Kapolsek Kelapa Lima Kompol Samuel Sumiar Simbolon kepada moral-politik.com di Mapolres Kupang Kota, Senin (4/1/2016) siang mengatakan, upaya melacak keberadaan ketiga tahanan yang melarikan diri itu pihaknya menggunakan sistem informasi dan teknologi (IT) hand phone via GPS. “Ketiganya sudah berhasil kita lacak keberadaannya.

Kita butuh waktu satu minggu untuk menangkap mereka. Untuk tahanan yang buron kita koordinasikan dengan pihak kepolisian yang ada khusus untuk di Kabupaten TTS dan Sabu Raijua,” sebut Samuel.

Diakuinya, tersangka Wilem Yohanis Dima alias Bawel sebelumnya berada di Kupang namun sudah melarikan diri lagi ke Sabu Raijua. “Sesuai informasi yang kita peroleh dari sejumlah kekasihnya termasuk saudarinya, Bawel meminta uang sebesar Rp 3 juta untuk melarikan diri lagi ke Jakarta.

Untuk Yustinus Tefa langsung melarikan diri ke Oinlasi, Soe- TTS ke salah satu kerabatnya disana. Guna penangkapan kedua tersangka ini, kita sudah koordinasikan dengan kepolisian setempat untuk segera menangkap mereka. Sementara untuk tersangka Afgi Ridho Faot sementara berada di Kota Kupang. Dia juga berniat untuk menabrak anggota Polsek Kelapa Lima jika dia temui.

Ditanya terkait anggota Polsek Kelapa Lima yang melakukan piket jaga saat ketiga tahanan melarikan diri, Samuel tegaskan saat itu anggotanya sementara tidur. Sehingga saat salah seorang tahanan berteriak ada tahanan melarikan diri barulah anggota yang melakukan piket jaga bangun dari tidur.

Baca Juga :  Ini Alasan Pemkot Kupang Tak Kebagian DAU di Tahun 2016

“Saat ini ada enam orang anggota yang diperiksa. Jika ada anggota yang bekerjasama dengan keluarga para tehanan yang melarikan diri sehingga ketiga tahanan bisa mendapatkan gergaji besi maka akan ditindak tegas,” pungkas Samuel Sumiar Simbolon. **

Penulis: Semar Dju

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button